Di Makam Mbah Priok, Prabowo Tak Ingin Dianggap Berkampanye

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diminta ikut memberi sambutan dalam acara Haul Kubro ke-263 Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad atau Mbah Priok.

Namun, usai menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada para habib karena telah diundang menghadiri haul, Prabowo menyatakan tidak akan banyak berbicara. Dia tidak ingin dianggap berkampanye.

“Jadi saya tidak akan panjang lebar karena dibatasi ketentuan peraturan. Saya sudah masuk ke masa kampanye,” kata Prabowo di Makam Mbah Priok, Jakarta, Minggu (4/11).

Sebagai calon presiden, Prabowo menyatakan dia dan pasangannya Sandiaga Uno terikat aturan dan ketentuan yang tidak memperbolehkan mengajak atau meminta dukungan di tempat ibadah maupun tempat agama.

Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), Pasal 280 ayat1 menyebutkan bahwa “pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: (h). menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

Jika melanggar, maka akan dikenakan sanksi pidana berupa kurungan penjara selama 2 tahun dan denda maksimal Rp24 juta.

“Jadi ini saya menganggap adalah sebagai bagian dari tempat ibadah. Jadi saya tidak akan mengajak saudara mendukung saya,” ujarnya.

Namun, Prabowo memahami warga yang diklaimnya sebagai pendukung.

“Waktu saya masuk, hampir 90 persen kalau nggak lebih, kok angkat tangannya jari dua. Jadi saya tidak mengajak, tapi saya bisa menangkap artinya kemana,” lanjut Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa keputusannya maju sebagai calon presiden tidak untuk mencari kekuasaan, kekayaan atau sebagai bentuk gila hormat. Namun, hal itu didasari atas kepentingan mengabdi kepada bangsa dan negara.

Kemudian, setelah menceritakan kisah anak buahnya yang gugur di medan perang karena keikhlasan, Prabowo meminta doa restu kepada para peserta haul.

“Saya hanya minta doa restu untuk saya melaksanakan tugas saya. Apapun keputusan rakyat Indonesia, saya akan patuh dan tunduk,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Prabowo mengajak kepada peserta haul sebagai seorang muslim, untuk bersama menjaga agama dengan selalu menampilkan kesejukan dan perdamaian.

“Islam sering dikabarkan Islam ini adalah keras, Islam ini ekstrim, dan segalanya. Mari Buktikanlah kita ingin damai dan kita bisa memberi perdamaian dan kesejukan. Kita bisa melindungi semua agama, ras, suku,” katanya,

Prabowo tidak ingin Islam difitnah, dan digambarkan bahwa islam radikal dan sebagainya.

“Itu permintaan saya,” katanya.

Sumber : cnnindonesia

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: