Elektabilitas Jokowi Setahun Jelang Pilpres Lebih Tinggi dari SBY

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei bulan September 2018. Direktur Riset lembaga ini, Djayadi Hanan, dalam pemaparannya menyatakan, elektabilitas Jokowi dalam simulasi top of mind dua nama sebesar 60,2 persen. Sementara, Prabowo Subianto sebesar 28,7 persen.

Sementara, dalam simulai semi terbuka berpasangan, Jokowi-Maruf Amin mendapatkan 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno mendapatkan 29,8 persen.

Menurut Djayadi, keunggulan Jokowi ini melebihi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada September 2008 ketika menjelang Pilpres 2009. Saat itu, SBY mendapatkan 28,7 persen secara top of mind dan sebesar 48,6 persen sebagai pasangan.

“Kalau melihat hasil ini, sangat besar kemungkinan Jokowi menang,” kata Djayadi, di kantornya, Cisadane, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Hanya saja, menurut Djayadi, angka ini belum menjadi titik aman bagi Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab, menurutnya, masih terdapat faktor ekonomi, politik, hukum dan keamanan yang bisa memengaruhi tren elektabilitas petahana ini.

“Seperti isu inflasi. Dari data kami, setiap kali inflasi naik, elektabilitas petahana menurun. Ini karena ekonomi menjadi isu fundamental,” kata Djayadi.

Oleh karena itu, Djayadi menyarankan agar Jokowi tak mengambil kebijakan yang tak populis, seperti melakukan kenaikan BBM atau tarif dasar listrik. Menurutnya, seperti saat mencabut subsidi di awal pemerintahannya, elektabilitas Jokowi bisa anjlok lagi.

“Saat itu (turun) lebih dari 8 persenc,” kata Djayadi.

Survei ini dilakukan pada 7-14 September 2018 dengan 1074 responden valid dan margin error lebih kurang 3,05 persen.

Sumber : TIRTO

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: