FIFA Janji Akan Bantu PSSI Rp7,7 Miliar

Induk federasi sepak bola dunia, FIFA berencana memberi bantuan ke Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI berupa dana Rp 44Triliun untuk membantu penanganan virus corona atau Covid-19 yang terkait sepak bola.

Mendengar wacana itu, salah satu anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa komisinya mengusulkan ke PSSI dana tersebut untuk membantu klub dalam menjaga kesehjateraan pemain selama libur.

Pembahasan mengenai dana bantuan FIFA ke PSSI telah dibahas saat Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Menpora dan perwakilan cabang olahraga termasuk PSSI pada Rabu (08/04/20) melalui aplikasi Zoom.

Perlu diketahui, akibat kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 dihentikan, para pemain di setiap klub hanya berhak mendapat gaji sebesar 25 persen dari Bulan Maret – Juni 2020. Hal ini tertulis secara resmi di surat yang dikirim PSSI kepada klub peserta Liga 1 maupun Liga 2 beberapa waktu lalu.

Namun apabila kompetisi dihentikan total, klub-klub peserta kompetisi kemungkinan akan kembali memangkas gaji pemain karena tidak adanya pemasukan.

Oleh karena itu, Komisi X DPR RI mengusulkan PSSI bahwa dana bantuan dari FIFA bisa untuk memberi subsidi bagi pemain saat kompetisi dihentikan.

“Kemarin kan kami menanyakan ke PSSI bahwa FIFA kabarnya akan membantu puluhan triliun untuk penanganan Covid-19, anggota Komisi X DPR RI meminta ketua umum PSSI memastikan hal itu,” tutur Yoyok Sukawi

PSSI dan 210 asosiasi sepak bola di berbagai negara akan mendapatkan bantuan dana masing-masing sebesar US$500.000 (sekitar Rp7,7 miliar) dari FIFA yang ditujukan untuk meringankan beban organisasi akibat pandemi Covid-19.

Dikutip dari laman resmi FIFA di Jakarta, Sabtu (25/4/2020), bantuan itu dapat digunakan untuk mendukung operasional organisasi seperti membayar staf dan menyelesaikan urusan dengan pihak ketiga.

Total, FIFA memberikan US$150 juta (sekitar Rp2,3 triliun) untuk 211 asosiasi anggotanya.

“Penggunaan dan pertanggungjawaban dana tersebut mengacu pada peraturan FIFA Forward 2.0. Setiap asosiasi harus membuat laporan soal pemanfaatan dana yang juga akan diaudit tersebut,” tulis FIFA.

FIFA menyebut bahwa kebijakan itu dapat diwujudkan karena mereka memiliki kekuatan finansial yang mumpuni dalam empat tahun terakhir.

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa pihaknya menyadari banyak asosiasi anggota yang mengalami kesulitan keuangan karena Covid-19.

“Pandemi ini menghadirkan tantangan yang belum pernah dihadapi sebelumnya oleh komunitas sepak bola dunia. Sebagai federasi dunia, sudah menjadi tugas FIFA untuk membantu semua pihak yang sangat membutuhkan. Hal ini dimulai dengan memberikan bantuan keuangan langsung kepada asosiasi anggota yang mengalami kesulitan,” tutur Infantino.

PSSI sendiri sangat merasakan dampak dari penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Virus corona yang menyerang pernapasan tersebut membuat PSSI harus menghentikan sementara Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020. Jika pandemi Covid-19 terus berlanjut, maka liga bisa saja berhenti total.

Kondisi tersebut membuat PSSI terpaksa mengurangi gaji pelatih dan ofisial tim nasional.

Hal serupa terjadi kepada klub-klub Liga 1 dan 2 yang juga terpaksa memotong gaji pelatih, pemain dan ofisialnya demi operasional tim. Wasit-wasit di liga, yang digaji perlaga, pun tidak mendapat pemasukan karena liga diliburkan.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: