Hashim: Kalau Kejar Kekuasaan, Sudah Sejak Zaman SBY, Prabowo Ditawarkan Jabatan Menteri

Sepuluh tahun sudah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto mengambil posisi sebagai oposisi dari pemerintah.

Kala periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni periode 2009-2014, Partai Gerindra berada di luar kabinet pemerintah bersama Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-Perjuangan) dan Partai Hanura.

Kini pun, di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gerindra tetap berada di luar pemerintahan.

Prinsip yang berbeda dengan perjuangan pemerintah menurut Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, menjadi alasan bagi Prabowo dan dirinya tidak gila kekuasaan.

“Kami punya prinsip. Ini buka soal jabatan. Bukan soal jadi Menteri atau Wapres. Ini bukan soal saya dan keluarga saya. Tapi kita prihatin dengan keadaan bangsa kita. Tujuan kami untuk menegakkan Pancasila,” tegas adik Prabowo Subianto ini, saat menyambangi redaksi Tribunnews, di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/10/2018).

Aneka tawaran kursi Menteri bagi Gerindra menurut Hashim, sudah ditawarkan sejak zaman SBY menjadi Presiden.

“Kalau saya mau jadi Menteri sudah lama. Terus terang saja, kami sudah ditawarkan macam-macam Menteri, Prabowo sudah ditawarkan sejak SBY. Tapi kami berprinsip berada di luar saja. karena tidak sesuai dengan program kami,” kisah Hasim.

Karena itu dia pastikan, majunya kembali Prabowo untuk kali ketiga dalam konstelasi Pilpres bukan karena haus akan kekuasaan.

Namun imbuhnya, Prabowo memiliki kepedulian luar biasa terhadap kondisi Bangsa Indonesia.

Apalagi darah pejuang juga sudah mengalir ke dalam darah Prabowo dan Hashim. Karena empat anggota keluarga mereka gugur pada massa perjuangan kemerdekaan dulu.

“Kami merasa terpanggil untuk menyelamatkan Indonesia. Keluarga kami gugur untuk Republik. Paman kami gugur dibunuh dalam suatu pertempuran. Mereka gugur bukan untuk jabatan, tapi untuk satu untuk cita cita Indonesia,” cetusnya.

Sumber : Tribunnews

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: