Irjen Napoleon Bonaparte dan Pengusaha Tommy Sumardi Dicekal Kaitan Kasus Suap Djoko Tjandra

Penyidik Bareskrim Polri mengajukan permohonan pencegahan atau pencekalan ke luar negeri terhadap dua tersangka dugaan penyuapan dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra. Keduanya orang itu adalah Tommy Sumardi selaku diduga pemberi suap dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku diduga penerima suap.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pencekalan kedua tersangka tersebut sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM. Baca Juga: Djoko Tjandra Susul Brigjen Prasetijo dan Anita Kolopaking, jadi Tersangka Kasus Surat Palsu “Surat permohonan pencekalan telah dikirim ke Kemenkum HAM,” ujar Argo ketika dikonfirmasi, Minggu, (16/8) Mantan Kapolres Nunukan ini menambahkan, surat pencekalan sudah dikirim pada tanggal 5 Agustus kemarin.

Keduanya dilakukan pencekalan hingga 20 hari ke depan. “Tanggal 5 Agustus kemarin surat sudah dikirim. Untuk 20 hari ke depan,” sambung Argo. Baca Juga: Marbut Musala Kaget Toa dan Amplifier Raib saat Subuh, Ternyata Ini Pencurinya Argo juga mengatakan, pencekalan dibutuhkan agar penyidik bisa fokus melakukan penyidikan terhadap kasus yang menjerat kedua tersangka. Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menuturkan, keempat tersangka rencananya akan segera diperiksa. Untuk tersangka diduga pemberi suap yakni Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi akan diperiksa pada Senin, 24 Agustus.

Sementara tersangka diduga penerima suap yakni Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo akan diperiksa pada Selasa, 25 Agustus 2020. Baca Juga: Pelajar Nekat Akhiri Hidup dengan Cara Tragis di Loteng Rumah “Rencana pemeriksaan tersangka JST dan TS akan diperiksa pada Senin 24 Agustus dan tersangka NB dan PU diperiksa Selasa, 25 Agustus,” katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice atau notifikasi Interpol. Keempat tersangka itu rinciannya dua orang diduga sebagai pemberi hadiah atau janji, dan dua lainnya diduga sebagai penerima. Dua orang yang diduga menerima hadiah atau janji terkait red notice Djoko Tjandra adalah Brigjen Prasetijo Utomo dan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polr Irjen Napoleon Bonaparte. “Penerima saudara PU kita tetapkan tersangka, kedua adalah NB penerima,” ujar Argo Yuwono, Jumat, 14 Agustus 2020.

Sedangkan pemberi hadiah atau janji pada kasus itu, yakni Djoko Tjandra sendiri dan Tommy Sumardi. “Pelaku pemberi kita menetapkan tersangka saudara JST, dan kedua TS,” kata Argo.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Polri beserta aparat penegak hukum lainnya melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi.

Bentang Nusantara
Latest posts by Bentang Nusantara (see all)
%d blogger menyukai ini: