Jadi Panelis, Agus Rahardjo Tak Akan Hadiri Debat Capres

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan tak ingin menghadiri gelaran debat capres perdana meski dirinya telah resmi menjadi salah satu panelis.

Alasan Agus enggan datang pada gelaran debat 17 Januari mendatang, karena pihaknya tak ingin ada kesan mencampuri urusan politik.

“Kami sudah berdiskusi di KPK, kalau buat soal kita mau bantu, akan berkontribusi tapi terkait tanggal 17 waktu debat kami tidak akan datang supaya tidak ada kesan kami ditarik ke politik, itu yah,” kata Agus ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).

Agus mengaku diajak pihak KPU untuk menjadi salah satu panelis pada Kamis (3/1) lalu. Debat perdana dimana Agus menjadi salah satu panelisnya, akan mengangkat tema seputar hak asasi manusia, terorisme, korupsi, dan hukum.

“Saya diajak KPU, dihubungi Kamis kemarin. Baru tiga hari lalulah,” kata dia.

Hari ini Agus mengikuti rapat perdana panelis debat capres yang dihadiri lima panelis lainnya. Dalam rapat kali ini, kata Agus, pihaknya masih dalam tahap diskusi terkait soal yang akan diberikan kepada kedua pasangan calon.

“Ya, tadi masih diskusi isu, rapatnya saja baru mulai, nanti lanjut lagi kan, belum ada soal yang keluar,” kata Agus.

Sebelumnya, KPK menyatakan ikut menyusun substansi materi debat bersama panelis dan pakar lainnya. Dengan terlibat menyusun materi debat, KPK bisa secara aktif menyampaikan poin-poin krusial yang perlu dibahas dan dimintakan pendapatnya pada masing-masing kandidat.

Debat perdana Pilpres 2019 akan digelar 17 Januri mendatang. Kedua pasangan calon akan bertemu untuk beradu pandangan terkait isu seputar HAM, Terorisme, Korupsi, dan Hukum.

KPU telah memutuskan hanya ada enam panelis dalam debat perdana. Enam orang yang ditunjuk ini pun merupakan kesepakatan dari kedua tim pasangan calon, baik pihak Jokowi-Ma’ruf maupun pihak Prabowo-Sandi.

Selain Agus Rahardjo, lima nama lain yang telah diusulkan tetap masuk susunan calon panelis debat perdana yaitu Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua MA Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Ahli Tata Negara Bivitri Susanti, dan Margarito Kamis.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: