Jangan Diskriminasi Pasien Corona yang Sudah Sembuh

Pemerintah mengumumkan penambahan sebanyak 20 orang pasien virus corona yang sembuh. Sehingga per Rabu (15/4) jumlah pasien sembuh dari COVID-19 sudah ada sebanyak 446 orang.
Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, berpesan kepada masyakarat jangan mendiskriminasi pasien yang sudah sembuh dan kembali ke rumah.

“Jangan diskriminasi pasien COVID yang sudah sembuh, yang kembali ke rumah,” tegas Yuri saat jumpa pers di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (15/4).
Selain itu, ia meminta masyarakat dapat membantu individu yang sedang melakukan isolasi mandiri. Serta, jangan ada lagi penolakan jenazah pasien corona. Yurianto juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada seluruh warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. “Bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri baik dirumah ataupun di lokasi-lokasi yang disediakan,” ujar Yurianto.

Di sisi lain, Yurianto mengajak masyarakat sama-sama memerangi penyebaran pagebluk corona di Indonesia. Ajakan itu dilontarkan untuk semua lini elemen masyarakat baik dari daerah hingga ke pusat.

“Lawan Covid-19 melalui imunitas diri sabar, tenang, istirahat cukup, tidak panik, hadapi dengan gembira, jaga jarak, pakai masker jangan sentuh wajah sebelum cuci tangan,” tutur Yurianto.

“Mari gotong royong lawan Covid, bersatu dari pusat sampai desa RT/ RW sampai keluarga. Mari kita bisa menjadi pahlawan lindungi semua kita pasti bisa tunjukan ke dunia Indonesia bisa atasi dengan cara yang baik,” ujar Yurianto.

“Mari jadi teladan tunjukkan nilai kemanusiaan, kekompakan kita sebagai bangsa yang sedang diuji level gotong royong, tenggang rasa kita sedang disaksikan seluruh dunia,” ucapnya.
Yuri juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kebugaran dan imunitas. Kemudian, ia mengingatkan agar tetap mematuhi imbauan pemerintah seperti memakai masker, cuci tangan dengan sabun, hingga physical distancing.

R Segara
%d blogger menyukai ini: