JK Akui Ada Aspek Politik soal Yusril Pengacara Jokowi-Ma’ruf

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak menampik bahwa penunjukan Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara tim Joko Widodo-Ma’ruf Amin tak lepas dari unsur politik.

Selain berprofesi sebagai pengacara, Yusril diketahui saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Namun JK menegaskan bahwa permintaan itu murni karena profesi Yusril sebagai pengacara.

“Di sini dia sebagai pengacara, bukan sebagai ketua umum PBB. Tentu ada aspek politiknya, tapi wajar saja dia diangkat sebagai pengacara,” ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, Selasa (6/11).

JK tak menjelaskan secara rinci aspek politik itu. Tetapi dia meyakini permintaan Yusril untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf berdasarkan keahliannya di bidang hukum tata negara.

“Ya, otomatis (dilihat keahliannya). Kalau tidak ahli bagaimana bisa jadi pengacara,” katanya.

JK juga enggan menjelaskan soal kemungkinan motif Jokowi-Ma’ruf meraup suara PBB. Dia meminta wartawan menanyakan hal itu langsung kepada Yusril sebagai ketua umum partai berlambang bulan bintang itu.

“Itu tanya sama Pak Yusril,” ucap JK.

Yusril sebelumnya menyatakan telah setuju menjadi pengacara pasangan capres cawapres Jokowi-Ma’ruf.

Kesediaan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf setelah berbincang dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Mantan Menteri Kehakiman itu mengaku siap membela Jokowi-Ma’ruf dari segala umpatan yang ditujukan kepada pasangan calon nomor urut 01 itu.

Yusril menegaskan statusnya sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf tidak mencerminkan sikap politik PBB di Pilpres 2019. Arah politik PBB disebut Yusril akan diputuskan dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang digelar Desember mendatang.

Selain sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf, Yusril juga menjadi pengacara eks Hizbut Tahrir Indonesia yang sedang menempuh jalur hukum terhadap kebijakan Kementerian Hukum dan HAM mencabut badan hukum mereka.

Sumber : Cnnindonesia

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: