Kampanye Gantian dan Arti Penting Solo untuk Jokowi-Prabowo

Kota Solo di Jawa Tengah punya daya tarik tersendiri bagi masing-masing calon presiden di Pilpres 2019. Solo merupakan kampung halaman capres petahana Joko Widodo yang juga jadi lumbung suaranya.

Tak hanya menjadi kampung halaman, Jokowi juga pernah mengabdikan diri selama dua periode. Dengan jejaknya itu Jokowi tentu punya massa dan simpatisan yang sudah mengakar.

Sementara bagi capres 02 Prabowo Subianto, Solo menjadi simbol pertempuran merebut suara di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung Jokowi dan PDI Perjuangan, partai utama pengusung Jokowi.

Untuk meneguhkan simbol itu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bahkan membangun salah satu markas utamanya di Solo.

Perebutan simpati warga Solo akan mencapai puncaknya pada hari ini dan esok. Hari ini Jokowi berkampanye dan besok giliran Prabowo kampanye di sana. Kedunya menggelar kampanye akbar di Stadion Sriwedari.

Pengamat Politik dari Populi Center, Rafif Pamenang Imawan menyebut sudah ada ikatan politik antara warga Solo dengan Jokowi. Meski demikian bukan berarti Jokowi bisa berdiam diri begitu saja.

“Solo tak hanya menjadi kampung halamannya, tapi Solo adalah saksi untuk Jokowi mengawali karier politiknya,” kata Rafif saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Senin (8/4) malam.

Menurut Rafif, keputusan Jokowi menggelar salah satu kampanye akbarnya di Solo sudah tepat. Kehadiran Jokowi plus kampanye akbar di sana disebut Rafif akan semakin meneguhkan ikatan politik yang sudah terbentuk.

Ikatan politik yang menguat akan menyulitkan Prabowo menggoyang simpati warga Solo. Tetapi kans merebut simpati itu tetap ada. Sebab, kata Rafif, masyarakat kota Solo relatif dapat menerima ide-ide lain.

Untuk Prabowo, menurut Rafif jika ia berhasil merebut simpati warga Solo saat kampanye akbar besok, dapat berimbas secara elektoral ke wilayah lain di Jawa Tengah.

Dengan kata lain, merebut simpati di Kota Solo sama dengan meruntuhkan salah satu benteng Jokowi di Jawa Tengah.

“Mengamankan Solo, berarti mengamankan pengaruh di Jawa Tengah. Bagi Prabowo, Solo adalah kesempatan paling utama untuk menggoyang dominasi Jokowi,” kata dia.

“Meski hal ini akan sangat berat bagi Prabowo, mengingat soliditas PDIP di Jawa Tengah, serta posisi Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader dari PDIP,” lanjutnya.

Keberhasilan agenda politik Jokowi dan Prabowo di Solo disebut akan bergantung pada strategi yang dijalankan saat kampanye akbar. Isu yang jadi jualan, punya pengaruh yang cukup penting.

Rafif sendiri tak yakin ada isu atau strategi baru yang ditawarkan kedua paslon, terutama Prabowo Subianto.

Untuk Prabowo, Rafif menduga masih akan berjualan isu ekonomi dan penguasaan sumber daya oleh asing dan anti aseng.

“Sementara Jokowi akan menawarkan program-program baru yang dirasa penting untuk visi membangun sumber daya manusia ke depan, seperti kartu KIP Kuliah,” kata dia.

Seperti warga di kota lain, Rafif menilai warga di kota Solo lebih tertarik dengan isu-isu dan program konkret. Berdasarkan penilaian itu Rafif menyebut ada baiknya bagi Prabowo untuk mengemas ulang isu secara lebih membumi.

“Prabowo perlu mengejawantahkan program ekonominya, sedangkan Jokowi perlu meyakinkan bahwa stimulus melalui kartu menjadi kunci pembangunan manusia Indonesia ke depan,” ujar Rafif.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan persuasi kedua capres. Selama ini Prabowo kerap tampil emosional. Terbaru, dia menggebrak podium saat kampanye akbar di Stadion Kridosono, Yogyakarta, kemarin. Sebaliknya, Jokowi tampil tenang.

Pengamat Politik LIPI, Wasisto Rajardjo yang melihat bahwa Solo menjadi titik krusial bagi pemilih Jokowi maupun Prabowo. Lantaran Solo jadi salah satu basis pemilih nasionalis dan muslim yang sama-sama memiliki pengaruh kuat.

“Solo adalah basis tradisional pemilih nasionalis di Jateng dan juga basis potensial pemilih muslim di Jawa Tengah,” kata dia.

Wasis menambahkan upaya menarik perhatian dan simpati masyarakat Solo akan tergantung kepada kinerja tim mereka. Strategi, kata dia, menjadi modal utama untuk mendapatkan dukungan di kota ini.

“Semua tergantung pendekatan masing-masing tim dalam melihat pemetaan pemilih daripada catch all malah yang itu bisa timbul konflik,” kata dia.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: