Klaster Corona PT HM Sampoerna: 34 Positif

Klaster penularan COVID-19 di lingkup PT HM Sampoerna bertambah 34 karyawan yang positif. Awalnya, hanya ada 2 karyawan yang terkonfirmasi positif Corona dan telah meninggal dunia.
Ketua RumKetua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuadi, mengatakan, sejak dua kasus positif ditemukan di Klaster Sampoerna, tim melakukan Swab-PCR gelombang pertama terhadap 46 karyawan. Hasilnya, 34 orang dinyatakan positif.

“Untuk gelombang pertama telah dilakukan pemeriksaan swab PCR terhadap sebanyak 46 karyawan dan hasilnya 34 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” jar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dengan tambahan itu, sementara ini total karyawan Sampoerna yang terkonfirmasi positif corona sebanyak 36 orang. Dua di antaranya adalah kasus pertama klaster Sampoerna dan sudah meninggal dunia beberapa hari lalu. Puluhan bahkan ratusan karyawan lainnya masih menjalani proses rapid test yang ditindaklanjuti dengan swab-PCR.

Joni menjelaskan, manajemen Sampoerna kooperatif dan sejak 28 April 2020 lalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Jatim maupun Kota Surabaya.

“Akhirnya, kita lakukan tracing dan eksplorasi data-datanya, akhirnya mereka (Sampoerna) mengumpulkan secara mandiri yang positif-positif rapid test,” tandasnya.

Klaster Sampoerna muncul setelah dua karyawan yang bekerja di pabrik Rungkut 2 dinyatakan positif corona dan meninggal dunia. Segera setelah itu pihak manajemen menutup dan menghentikan sementara kegiatan produksi.

Rapid test langsung dilakukan terhadap 323 karyawan, hasilnya 100 menunjukkan reaktif. Dari jumlah itu, 46 orang dilakukan Swab-PCR gelombang pertama dan hasilnya Jumat ini terkonfirmasi positif. Di luar itu, sebelumnya sudah dilakukan swab-PCR terhadap 163 karyawan. Hasilnya sampai sekarang belum keluar.

PT HM Sampoerna memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan produksi di salah satu pabrik rokok mereka di Rungkut, Surabaya. Direktur, PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan penghentian sementara tersebut dilakukan terkait kasus infeksi virus corona yang menimpa 2 karyawan perusahaan.

“Kami memutuskan untuk melakukan penghentian sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 sejak tanggal 27 April 2020, sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” kata Elvira.

Penghentian sementara ini, kata dia bertujuan agar perusahaan dapat melaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2. Selain itu, kebijakan juga dilakukan untuk menghentikan penyebaran covid-19 yang saat ini telah berdampak pada beberapa karyawan di lokasi tersebut.

“Kami juga telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan kami kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Surabaya dan Jatim. Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang,” ujarnya.

Selain menutup sementara, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim, Sampoerna juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan. Antara lain, penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test covid-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan para karyawan kami dengan menerapkan protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah, serta terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan Gugus Tugas di tingkat Kota dan Provinsi untuk mencegah penyebaran,” kata dia.

Meski menutup kegiatan produksi, ia mengatakan Sampoerna tetap menunaikan tanggung jawabnya, dengan memberikan cuti dan tetap memberikan upah seperti biasa terhadap para karyawan yang terdampak.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: