Korban 47 Orang Positif Corona, Malang Raya Ajukan PSBB

Pemerintah daerah di Malang Raya merancang skema penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk percepatan penanganan wabah corona di Malang Raya. Pemerintah daerah di Malang Raya yang terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB), menyusun draf pemberlakuan PSBB. “Instrumennya kan harus ditata, apa-apa yang harus dilakukan. Drafnya dari UB, di sana sudah dibentuk tim,” kata Wali Kota Malang Sutiaji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (3/4/2020).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto mengatakan, hasil rapat dan koordinasi dengan tiga kepala daerah di Malang Raya telah sepakat untuk mengajukan PSBB. Setelah rapat koordinasi di Bakorwil III Malang mencapai kata sepakat. Masing-masing kepala daerah di Malang Raya akan mempresentasikan ke Gubernur Jatim.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan wilayah Malang Raya dianggap layak untuk PSBB. Sebab angka pasien positif di wilayah ini termasuk tinggi. Di Kota Malang terdapat 16 pasien positif, Kabupaten Malang 28 pasien positif, dan Kota Batu sebanyak 3 pasien positif. Total ada 47 pasien positif di daerah yang menjadi zona merah penyebaran virus corona di Jatim.

“Kabupaten untuk jumlah pasien memenuhi untuk PSBB. Kota batu tidak memenuhi dari jumlah tetapi daerah penyanggah sehingga transmisi lokal ini yang dikhawatirkan. Tidak perlu lama penilaian seharusnya. Karena tiga wilayah ini hubungnya erat dan masyarakatnya sudah menjadi satu kesatuan,” ujar Sutiaji.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan memang daerahnya menjadi yang paling kecil dalam data pasien positif. Namun, bila Kota Malang dan Kabupaten sepakat untuk PSBB maka Kota Batu pasti sepakat. Pertimbanganya adalah mobilitas antara warga di tiga daerah ini cukup tinggi.

“Malang Raya sudah satu kesatuan, berbeda dalam hal otoritas pemerintahan tetapi mobilitasnya menjadi satu. Sehingga kami mendukung apa yang disampaikan Kota Malang dan Kabupaten Malang soal PSBB, semoga bisa mempercepat pemutusan penyebaran virus corona,” tutur Dewanti.

Rencananya, PSBB itu akan diterapkan dalam lingkup Malang Raya. Setiap akses menuju Malang Raya akan dipantau untuk membatasi mobilitas warga. “Kalau kesepakatan kemarin tiga daerah, dikunci di daerah perbatasan. Pergerakan orang nanti akan dipantau,” katanya. Karena itu, ketiga pemerintah daerah itu harus bersinergi untuk membahas PSBB itu. Sebab, pembatasan sosial berskala besar itu akan berpengaruh teradap perekonomian warga. “Kalau menutup pergerakan orang gampang, tapi imbas dari semua itu kan harus dipikirkan,” jelasnya. “Kita punya orang yang bekerja di daerah Lumajang atau sebalik, di Blitar juga sebaliknya, di Pasuruan juga sebaliknya, di Kediri juga sebaliknya. Harus ada (skema perencanaan), bagaimana orang yang asalnya bekerja terus tidak bekerja,” jelasnya.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: