KPAI dan Polri Kaji Video Siswa SD Nyanyi Lagu Prabowo-Sandi

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan kajian terhadap video siswa SD menyanyi lagu ‘Pilih Prabowo-Sandi’.

Komisioner KPAI Jasra Putra mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Tim Cyber Polri untuk melacak lokasi pembuatan video yang menjadi viral itu.

Selanjutnya, KPAI akan memanggil pihak sekolah untuk dimintai klarifikasi.

“Kita akan panggil pihak sekolah yang bersangkutan untuk diminta klarifikasi, kenapa sekolah tidak bisa menjaga agar steril dari kampanye,” ucap Jasra dalam keterangan tertulis, Selasa (26/2).

Menurut Jasra, hasil kajian dan klarifikasi KPAI akan disampaikan ke Bawaslu. “Untuk mengambil langkah-langkah sesuai dengan kewenangan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pemilu.”

Dia mengungkapkan KPAI sangat menyayangkan masih adanya pelibatan anak dalam politik.

“Padahal UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 15 menegaskan bahwa anak memiliki hak perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik,” ujar dia.

Jasra menilai, mengajak anak untuk mendukung salah satu paslon capres sebagaimana video yang beredar adalah upaya mengabaikan hak-hak perlindungan anak, terutama agar tidak menjadi perdebatan pro dan kontra oleh pendukung paslon.

Dalam pantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh KPAI sepanjang 2019, kasus pelibatan anak dalam politik trennya meningkat.

“Ada sekitar 18 aduan yang masuk, 5 kasus pelibatan anak dalam politik oleh jaringan timses atau timses capres dan cawapres, 13 kasus pelibatan penyalahgunaan oleh partai politik nasional dengan berbagai bentuk pelibatan, mulai membawa bendera partai, memakai atribut partai, sampai memasang bendera partai politik,” ucap dia.

Berkaca dari masalah ini, KPAI meminta timses capres nomor urut 01 dan 02, caleg, juga keluarga untuk menyetop pelibatan anak dalam politik.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: