M Taufik Mengaku Masih Heran Ancaman PKS Matikan Mesin Partai

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengaku masih heran dengan ancaman PKS DKI Jakarta. PKS Jakarta sebelumnya mengancam matikan mesin partai untuk Pilpres 2019 jika kursi wakil gubernur DKI bukan di pihaknya.

Taufik mengatakan, mesin partai tak bisa disamakan dengan sebuah mobil yang mesinnya bisa dimatikan kapan saja. “Emang mobil, bisa dimatiin,” ujarnya, Senin (5/11).

Taufik mengatakan, ancaman untuk mematikan mesin partai yang kemarin sempat disampaikan itu juga akan dibahas dalam pertemuan sore nanti. DPD Gerindra DKI dan DPW PKS DKI direncanakan melakukan pertemuan di Kantor DPD Gerindra sekitar pukul 15.00 WIB. “Iya (dibahas juga),” kata Taufik saat dikonfirmasi, Senin (5/11).

PKS DKI mengancam akan mematikan mesin partainya di Ibu Kota terhadap pemenangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Lihat juga: Diundang Bahas Wagub DKI, PKS Akan Dengarkan Dulu Gerindra

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi menekankan hampir seluruh kader, terutama kader muda PKS DKI Jakarta mengancam akan melakukan hal tersebut jika posisi wakil gubernur DKI tidak diberikan kepada partainya.

“Hampir seluruh kader PKS kecewa, terutama anak-muda PKS. Kader-kader itu mengancam akan matikan mesin partai untuk Prabowo-Sandi jika janji Gerindra soal wagub DKI tidak dipenuhi,” kata Suhaimi kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/10).

Suhaimi menuturkan kader PKS Jakarta akan tetap memegang janji Gerindra yang akan menyerahkan posisi wagub DKI ke PKS. Apalagi, sambungnya, keputusan ‘tingkat tinggi’ yang dihasilkan oleh Gerindra dan PKS memutuskan agar koalisi bergerak memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 dan kursi wagub DKI diserahkan kepada PKS.

Atas dasar itu, Suhaimi mengaku wajar jika kader PKS sampai di tingkat ranting sudah banyak yang kecewa karena faktanya sampai hari ini Gerindra DKI masih bersikukuh menyodorkan nama Mohamad Taufik.

“Kader PKS sudah kesal, kok urusan Wagub DKI saja tidak bisa komitmen karena awalnya yang dijanjiin PKS. Kekesalan itu diarahkan ke Gerindra,” ucap Abdurrahman.

Sumber : cnnindonesia

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: