Ma’ruf Amin: Tugas Berdakwah Tidak Berhenti Sampai Kapanpun

Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin berjanji tidak akan pernah berhenti berdakwah. Hal ini karena tanggung jawabnya sebagai ulama yang telah melekat sejak awal hingga saat ini.

“Karena tugas ulama adalah mengajak masyarakat berlomba dalam kebaikan, itu sudah sejak lama saya jalani, tidak berhenti sampai kapan pun,” kata Ma’ruf Amin saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi di Aceh, seperti dilansir Antara, Selasa (20/11/2018).

Ma’ruf Amin pun tak ragu dengan tanggung jawab tersebut. Bila kelak terpilih menjadi wakil presiden, tugasnya berdakwah akan dijalankan melalui jalur pemerintahan.

“Artinya saya akan tetap berdakwah, kalau dulu berdakwah melalui lembaga nonpemerintah, kalau terpilih nanti saya akan berdakwah melalui jalur struktural pemerintah. Untuk itu, saya mohon doa restu agar bisa terus mengabdi kepada bangsa melalui jalur struktural pemerintah. Tugas saya tetap penjaga umat dan agama,” ujar Ma’ruf Amin.

Lewat kesempatan sama, Ma’ruf berpesan kepada para santri agar tetap giat belajar dan penuh semangat. Menurutnya, lulusan santri di masa depan bisa menjadi orang hebat yang memimpin bangsa, seperti bupati, gubernur, hingga presiden, seperti Gus Dur.

“Dengan kerja keras dan belajar terus menerus tanpa kenal lelah lah mereka bisa menjadi orang-orang besar. Insyaallah suatu saat akan berhasil mewujudkan cita-cita membangun negeri,” Ma’ruf Amin menandaskan.

Tekad Berdayakan Ekonomi

Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin menginginkan agar kehidupan umat semakin sejahtera. Karena itu, dia bertekad membangun pemberdayaan ekonom yang kuat agar tidak terjadi ketimpangan sosial.

“Kami yakin jika ekonomi umat kuat tentu kesejahteraan meningkat,” kata Ma’ruf Amin saat silaturahmi Alim Ulama se-Banten di Ponpes Tanara Kabupaten Serang, Minggu, 18 November 2018.

Menurut Ma’ruf Amin pemberdayaan ekonomi umat akan menjadikan skala prioritas guna mewujudkan daya beli masyarakat meningkat. “Apabila, daya beli masyarakat meningkat sehingga bermuara pada kesejahteraan,” kata dia.

Ma’ruf pun mengaku telah menyiapkan konsep yang dia namakan ‘Arus Baru Ekonomi Indonesia’. “Konsep tersebut untuk membangun pemberdayaan ekonomi umat yang kuat,” kata dia.

Selama ini, menurut dia, kesejahteraan akibet perputaran ekonomi hanya dinikmati oleh para konglomerat dengan teori trickle down effect, atau pertumbuhan ekonomi menetes ke bawah. Namun demikian, faktanya yang terjadi tidak ada ‘tetesan’ yang dimaksud.

“Kita harus mampu membangun ekonomi dari bawah ke atas untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Ma’ruf seperti dilansir dari Antara.

Sumber : Liputan6

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: