Ma’ruf Tak Populer bagi Pemilih Muda, TKN: Masih Sesuai Proyeksi

Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin berada di urutan buntut survei Cyrus Network di bidang ekonomi dan pemilih muda. Meski demikian, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih melihat hal itu sesuai dengan proyeksi mereka.

Dari hasil survei Cyrus Network, Ma’ruf hanya unggul di bidang keislaman, seperti mewakili umat Islam, pandai bacaan salat, dan mampu menjadi imam salat. Dua kategori terakhir sebenarnya tak ada hubungan langsung dengan kriteria calon presiden Indonesia yang berkualitas.

Sedangkan Jokowi berhasil unggul di kategori memajukan ekonomi Indonesia, perhatian terhadap masyarakat, sederhana, dan harga sembako, serta mempunyai wawasan luas. Di kategori keterwakilan anak muda, Jokowi di peringkat kedua. Sedangkan Ma’ruf ada di nomor buntut enam kategori tersebut.

“Sesuai dengan harapan kita. Tapi tetap harus memperkuat branding Kyai Ma’ruf di ekonomi syariah dan kalau mau branding milenial ya di pesantren,” kata Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong kepada Tirto, Jumat (1/3/2019).

Menurut Usman, Ma’ruf tidak bisa bersaing atau mengungguli Jokowi, Prabowo Subianto, ataupun Sandiaga Uno dalam hal seperti ekonomi atau pemilih muda. Namun soal keislaman memang menjadi hal utama sehingga bisa menampik isu miring terhadap Jokowi.

Kedua orang ini, kata Usman, saling melengkapi.

“Kita tidak mau memaksa Kyai Ma’ruf untuk ekonomi yang lebih luas atau milenial lebih luas, kayak Pak Jokowi naik motor. Kita kan mau membranding Pak Ma’ruf seperti apa adanya,” tegasnya lagi.

Dari hasil survei Cyrus Network, pasangan Jokowi-Ma’ruf memang masih lebih unggul daripada Prabowo-Sandiaga. Keunggulan mereka bahkan mencapai angka 20,3 persen. Padahal berdasar kriteria yang dibuat Cyrus, Ma’ruf tidak bisa menggungguli ketiga calon lain selain dari hal terkait agama.

Survei Cyrus Network ini dilakukan pada 18 hingga 23 Januari 2019. Responden survei ini sebanyak 1.230 orang yang berasal dari 123 desa atau kelurahan di 34 provinsi se-Indonesia.

Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error dalam survei ini plus minus 3 persen. Artinya, persentase dalam survei bisa bertambah atau kurang sekitar 3 persen.

Metode survei menggunakan multistage random sampling. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: