Megawati Tegaskan Perubahan Tak BIsa Terjadi dalam Sehari

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan perubahan tidak bisa dilakukan dalam satu hari.

Hal itu disampaikan ketika menanggapi pertanyaan soal pengaruh isu riset dan lingkungan yang kerap disampaikannya terhadap elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Sudah banyak hal yang dilakukan. Apapun juga tidak bisa saya mengatakan kalau umpannya dari pihak sana sepertinya memberikan nuansa bahwa dalam satu hari, dalam seketika sebuah persoalan itu solusinya bisa satu hari (selesai), di balik begitu saja,” ujar Mega usai meresmikan Kebun Raya Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4).

Mega menuturkan perubahan, khususnya di bidang lingkungan tidak bisa dilakukan dalam seketika. Terlebih, perubahan tidak bisa terjadi ketika manusia lupa bahwa hidup berdampingan alam, misalnya menebang pohon tanpa izin hingga mengeksploitasi laut secara berlebihan.
Terkait hal itu, Mega pun berpesan kepada Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar masih banyak hal terkait lingkungan yang belum tersosialisasi, misalnya pembalakan liar hingga pertanahan.

“Tapi saya katakan hal itu dijalankan oleh pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Jokowi (Joko Widodo),” ujarnya.

Di sisi lain, Mega juga mengaku heran dengan masyarakat Indonesia yang saat ini mulai kehilangan kesabaran. Ia melihat masyarakat saat ini lebih menginginkan sesuatu yang instan, khususnya dalam hal presiden.

“Kalau ini enggak cocok ini ganti saja. Padahal tidak bisa begitu, apakah sudah ada sebuah hal yang sangat praktis yang akan menentukan bahwa kalau ada pergantian akan menyelesaikan persoalan?,” tanya Mega.

“Saya berani ngomong, ndak akan,” ujar Mega menambahkan.

Mega menambahkan dirinya mengklaim selalu mengajarkan bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan. Sehingga, ia berkata politikus tidak boleh sangat pragmatis terhadap kehidupan.
Mega berkata politisi harus peduli terhadap kehidupan, khusus lingkungan. Ia mencontohkan dirinya mengimbau kader PDIP yang menjadi kepala daerah untuk membuat kebun raya jika dimungkinkan.

“Dengan demikian (Saya) ingin menyadarkan rakyat bahwa daripada juga penyebaran hoaks, namanya kebencian,” ujarnya.

Lebih dari itu, Mega mengaku pemilu saat ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Ia merasa nuansa pemilu saat ini cenderung digunakan untuk memecah masyarakat.

“Dengan demikian, ini kan bagian dari penyejukan bahwa bisa dengan cara-cara seperti ini dilakukan. Dari pada kita teriak-teriak lalu memberikan pada warga masyarakat hal-hal yang menurut saya bukan karakter masyarakat Indonesia,” ujar Mega.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: