Membuntuti Safari Politik Jokowi di Tanah ‘Ngapak’

Calon presiden petahana Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi melanjutkan safari politiknya untuk Pilpres 2019 ke Jawa Tengah. Pada kampanye terbuka kali ini Jokowi berkeliling ke tiga daerah, yakni Banyumas, Tegal, dan Brebes.

CNNIndonesia.com menyempatkan diri untuk meliput kampanye Jokowi dengan ikut dalam iring-iringan capres nomor urut 01 itu, Kamis (4/4).

Liputan dimulai sejak pagi hari di Lapangan Sasana Krida, Purwokerto. Rangkaian kampanye terbuka Jokowi dimulai dari lapangan ini.

Sejak pukul 07.30 WIB, warga Banyumas sudah mendatangi lapangan tersebut. Aparat kepolisian berseragam lengkap menjaga kawasan sekitar lokasi.

Saat hendak masuk area kampanye, CNNIndonesia.com sempat diberhentikan. Aparat keamanan memeriksa barang bawaan kami.

Setiap orang yang masuk harus melewati pendeteksi logam (metal detector) dan pengecekan bagian tubuh (body check).

Sekitar dua jam awak media dan pendukung Jokowi menunggu kedatangan orang nomor satu itu di bawah terik matahari dan peluh keringat yang mulai bercucuran.

Untungnya penyanyi Susi Ngapak dan Vicky Shu sempat menghibur dengan sejumlah lagu untuk mengisi kekosongan sebelum Jokowi datang. Hiburan ini setidaknya tak membuat semua yang hadir di sana, termasuk awak media, mati gaya menanti kedatangan Jokowi.

Baru pada jam 10.00 WIB Jokowi datang bersama istrinya, Iriana Widodo. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu jalan menerobos ribuan pendukung. Ia melempar senyum dan sesekali menyalami para pendukungnya itu.

Bak seorang rockstar menyapa penggemarnya, Jokowi di atas panggung berlari sembari menyalami pendukung di pinggir panggung. Setelah itu ia memulai pidato.

Tak banyak narasi baru dalam pidato Jokowi. ‘Satu-satunya’ yang baru adalah meminta pendukungnya memenangkan 80 persen suara di Banyumas.

Seperti yang sudah-sudah, dalam pidatonya Jokowi memamerkan tiga kartu barunya, yaitu Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako Murah. Kemudian dia juga curhat soal hoaks-hoaks terkait anti-Islam yang menyerangnya jelang pilpres.

“Wong wakil presidennya Profesor KH Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia. Kok bisa ada fitnah isu-isu seperti itu, nggih? Tolong diluruskan,” ucap Jokowi memberi perintah pada pendukungnya.

Usai mengulang narasi-narasi lama, ia menyudahi pidatonya. Didampingi sejumlah tokoh, seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, dan Pramono Anung, Jokowi meninggalkan Lapangan Sasana Krida, bertolak ke Tegal untuk melanjutkan kampanye.

CNNIndonesia.com mendapat kesempatan mengikuti rangkaian mobil tim Jokowi. Kami menyaksikan warga tumpah ruah sepanjang jalan untuk menyaksikan orang nomor satu di Indonesia saat ini.

Meski dikawal kepolisian, di beberapa titik rombongan Jokowi tetap menyempatkan berhenti. Misalnya di Pasar Bumiayu, Brebes.

Warga yang sedang berbelanja langsung turun ke jalan saat rombongan Jokowi melintas. Mereka mendekati mobil rombongan bukan sekadar bertemu Jokowi, tetapi juga meminta kaus kampanye Jokowi-Ma’ruf.

“Kaos, pak, kaos,” teriak warga. “Minta kaosnya pak,” kata warga lain menimpali.

Rombongan padat merayap karena warga mendekat ke mobil-mobil dalam rombongan. Beberapa tim sukses pun akhirnya membagikan kaus bergambar Jokowi dan Ma’ruf kepada warga.

Warga pun langsung mengenakannya. Tak lupa jempol mereka acungkan ke arah rombongan Jokowi sebagai tanda terima kasih dan dukungan.

Jokowi dan tim lalu melanjutkan perjalanan ke Tegal. Perjalanan 96 kilometer ditempuh relatif cepat, sekitar 2,5 jam. Sebab ratusan aparat kepolisian ditugaskan merekayasa lalu lintas.

Polisi lalu lintas disiagakan di setiap 50 meter jalan dari Purwokerto ke Tegal. Rombongan juga dikawal Brimob yang dilengkapi senapan gas air mata.

Iring-iringan sempat berhenti di Lebaksiu, Tegal, saat Jokowi dan pejabat TKN hendak santap siang. Meski diguyur hujan deras, warga tetap tumpah ruah menanti di pinggir jalan.

Kata salah satu pedagang, kondisi berbeda terjadi ketika Prabowo berkampanye di sini.

“Waktu Prabowo sepi, Mas. Dia keliling-keliling doang,” kata Slamet, salah seorang pedagang martabak.

Rela Hujan-Hujanan

Di Tegal, hujan deras mengguyur dan ‘menyapa’ rombongan Jokowi. Hujan deras membuat jalanan macet total. Butuh waktu satu jam hanya untuk masuk dari jalan raya ke arena kampanye.

Meski begitu, ribuan pendukung Jokowi rela berdesakan dan hujan-hujanan untuk menghadiri kampanye. Kaus putih bergambar Jokowi-Ma’ruf yang mereka kenakan basah kuyup, warnanya pun mulai luntur.

Kampanye yang dijadwalkan dimulai pukul 13.30 WIB molor dan baru dimulai pukul 15.30 WIB. Meski macet total dan hujan deras, Jokowi nekat tetap berkampanye di Tegal. Ia bersama Iriana Widodo datang tanpa payung.

“Masa rakyat hujan-hujan kita pakai payung? Enggaklah. Tadi Bu Jokowi mau saya payungin, ‘Ndak, saya mau ikut’. Ya sudah hujan-hujanan,” kata Jokowi kepada wartawan sembari tertawa.

Usai mengenalkan tiga kartu baru dan narasi-narasi yang itu-itu saja, Jokowi dan rombongan langsung menuju Alun-alun Brebes. Di sana ia telah ditunggu Muhammad Luthfi bin Yahya atau yang akrab disapa Habib Luthfi.

Di alun-alun Brebes, sambutan warga paling ramai. Massa tumpah ruah ke jalanan. Rombongan Jokowi sempat tak bisa masuk ke arena kampanye karena massa yang membeludak.

Saat Jokowi dan jajarannya naik panggung, warga berebut mendekati. Beberapa di antaranya pingsan dan harus dibopong petugas medis.

“Ini ada yang pingsan lagi, maju. Hati-hati jangan desak-desakan nanti pingsan,” kata Jokowi di tengah-tengah pidatonya.

Karena sudah masuk waktu Salat Magrib, Jokowi menyudahi pidato singkatnya. Ia menuntun Habib Luthfi untuk salat berjemaah di Masjid Agung Brebes.

Sekitar setengah jam awak media menunggu Jokowi beribadah. Lalu mantan Wali Kota Solo itu pun keluar dan memberi pernyataan pers sebelum bertolak ke Cirebon dan bermalam di kota udang tersebut.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: