Mengenal Empat Jenis Disinfektan

Untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona, berbagai fasilitas publik seperti stasiun, bandara, terminal, hingga halte bus dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Sterilisasi dilakukan di lingkungan yang menjadi pusat kerumunan dan berpotensi menjadi medium perkembangan virus.

Di berbagai medium, virus korona mampu bertahan berjam-jam, misalnya pada tembaga, virus dapat bertahan selama empat jam, di kardus 24 jam, dan 2 hingga 3 hari pada plastik maupun stainless steel.Selain rajin mencuci tangan dan menjaga jarak fisik, kebersihan barang-barang di rumah harus diperhatikan khususnya pada permukaan yang sering tersentuh. Benda seperti gagang pintu, lemari, meja, maupun perabotan rumah tangga lain harus dibersihkan secara berkala. Cairan disinfektan yang banyak dijual juga terdiri dari berbagai pilihan dan kandungan yang masing-masing memiliki aturan penggunaan.

Untuk itu, Greeners telah merangkum beberapa zat disinfektan yang dapat digunakan secara aman.

1. Isopropil AlkoholIsopropil
Alkohol merupakan zat yang dibuat oleh hidrasi propilen tidak langsung (CH2CHCH3). Meskipun zat ini dinilai lebih beracun daripada etanol, ia memiliki lebih sedikit efek kering pada kulit.

Disinfektan ini sangat umum digunakan di perusahaan farmasi, rumah sakit, dan ruang kebersihan.Kefektifan 2-Propanol ini tergantung pada seberapa pekatnya zat. Pada konsentrasi 60 persen dan 90 persen, Isopropil alkohol adalah agen yang sangat efektif melawan bakteri mikroba, jamur, dan virus. Konsentrasi yang lebih tinggi tidak cukup efektif melawan mikroorganisme berbahaya, sehingga konsentrasinya harus cukup signifikan mengandung komposisi air dan alkohol isopropil agar efektif. Persentase air setidaknya harus lebih dari 10 persen di dalam larutan. Sehingga pada campuran 30 persen air dengan 70 persen Isopropil alkohol dapat bekerja.Isopropil alkohol bisa dijadikan disinfektan yang efektif untuk banyak patogen, termasuk coronavirus selama konsentrasinya 70 persen. Sebagian besar alkohol memiliki konsentrasi berkisar 60 sampai 99 persen. Alkohol berkadar 70 persen adalah yang terbaik untuk membunuh virus dan mikroorganisme di permukaan. Gunakan alkohol dengan cara menyemprotkannya di atas benda dan pastikan agar tetap basah setidaknya selama 30 detik.

2. Klorin
Klorin adalah unsur kimia yang terjadi secara alami dan salah satu bahan dasar pembentuk materi. Zat ini tersebar di bebatuan Bumi dan terkonsentrasi di lautan asin. Klorin juga merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan dan hewan. Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya untuk mensterilkan air minum dan mendisinfeksi kolam renang.Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), cara mudah mensterilkan permukaan keras dan tidak berpori yakni dengan memanfaatkan produk yang ada di rumah seperti pemutih pakaian atau klorin. Campurkan empat sendok teh pemutih klorin biasa dengan satu liter air untuk sebagai disinfektan.Kemudian gunakan sarung tangan dan celupkan kain ke dalam cairan yang telah tercampur. Biarkan larutan menyentuh permukaan selama lima menit, lalu bilas seluruh peralatan yang ada di rumah seperti meja dan kursi.Tetap berhati-hati untuk tidak memercikkan larutan pemutih ke pakaian atau organ tubuh vital seperti mata. Penting juga untuk dicatat bahwa larutan pemutih dan air perlu dibuat segar setiap hari saat akan menggunakannya.

3. Hidrogen PeroksidaHidrogen peroksida (H2O2)
Merupakan zat kimia berbentuk cairan bening, tidak berwarna dengan tekstur sedikit lebih kental dibandingkan air. Larutan kimia yang tersusun dari zat kimia hidrogen dan oksigen ini juga dikenal sebagai agen pemutih yang kuat.CDC menilai, hidrogen peroksida adalah disinfektan yang stabil dan efektif untuk beragam mikroorganisme, termasuk bakteri dan virus. Ini bermanfaat ketika digunakan pada permukaan yang keras dan tidak berpori.Untuk menggunakannya semprotkan atau usapkan pada permukaan dan biarkan tetap basah setidaknya satu menit sebelum diseka. Jauhkan hidrogen peroksida dari area sensitif dan kenakan sarung tangan untuk melindungi tangan saat membersihkan.

4. Sabun dan air
Secara teratur membersihkan dan mengurangi jumlah kuman hingga mengurangi kemungkinan infeksi. Namun untuk benar-benar membunuh kuman, pastikan juga untuk membersihkan atau mendisinfeksi permukaan secara berkal.Dengan membersihkan tangan sesuai anjuran WHO secara rutin, setidaknya dapat mencegah persebaran virus corona. Atau cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melarutkan sabun dan menyemprotkannya ke beberapa titik permukaan barang di sekitar rumah. Hindari permukaan lembut seperti bantal dan mainan.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: