Italia Resmi Buka Lockdown 4 Mei

Menyusul China serta sejumlah negara di Eropa, Italia akhirnya dilaporkan akan segera mengendorkan aturan lockdown atau karantina wilayah di negaranya. Dalam keterangannya, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, menyebut pengurangan aturan lockdown secara bertahap akan dilakukan mulai pada 4 Mei mendatang.

Sebagaimana dilansir oleh Reuters pada Selasa (21/4), sebelum keputusan tersebut dibuat, Italia diketahui telah menjalani masa-masa penguncian atau lockdown setidaknya selama hampir dua bulan. Terhitung sejaka 9 Maret lalu, Italia dilaporkan mulai gencar menutup sebagian besar tempat bisnis hingga mencegah warganya untuk pergi meninggalkan rumah (kecuali kebutuhan penting).

Karena aturan lockdown ketat tersebut, seperti negara lainnya, Italia pun disebutkan menjadi salah satu negara di Eropa yang paling mendapatkan tekanan besar dalam hal ekonomi. Bahkan, dalam laporannya, Reuters menuliskan Italia berada di peringkat ketiga sebagai negara di zona Eropa yang paling terpukul secara finansial.

Italia akan kembali mengizinkan perusahaan dan beberapa sektor kembali beraktivitas 4 Mei nanti. Ini adalah bagian dari pembukaan penguncian wilayah (lockdown) secara bertahap.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengaku persiapan akhir tengah dilakukan. Italia melakukan lockdown sejak awal Maret lalu karena pademi corona (COVID-19).

“Kami menghadapi tantangan yang sangat kompleks,” ujarnya saat menguraikan kebijakan ini, Minggu (26/4/2020) waktu setempat.

“Kami (tetap) akan hidup dengan virus dan kami harus mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang mungkin.”

Departemen Keuangan Italia bahkan telah memperkirakan tingkat ekonomi telah mengkerut hingga sekitar 8 persen pada tahun ini. Dua sumber yang dekat dengan masalah ini lantas menerangkan kepada Reuters dengan menggaris bawahi dampak negatif dari pembatasan nasional.

Meski begitu, Conte menjelaskan bahwa pelonggaran penguncian terjadi berdasarkan studi menyeluruh serta data ilmiah. Dengan kata lain, Conte telah mengklaim bahwa keputusan pelonggaran lockdown sedikit pun tidak berasal karena untuk memenuhi opini publik atau memenuhi permintaan beberapa kategori produksi, perusahaan individu atau wilayah tertentu.

“Pelonggaran membawa serta dampak nyata dari pemutusan peningkatan kurva penularan. Kita harus siap untuk menahan kenaikan ini ke level minimum, sehingga risiko penularan ‘dapat ditoleransi’. Pelonggaran tindakan harus dilakukan berdasarkan rencana yang terstruktur dan diartikulasikan dengan baik,” tambah Conte.

Pedagang kecil akan boleh beroperasi dua minggu setelahnya atau sekitar 18 Mei. Restoran dan bar diharapkan bisa mulai berbisnis pada awal Juni meskipun pembeli masih dilarang makan di tempat.

Italia menjadi negara yang terdampak COVID-19 terparah di Eropa. Per Senin (27/4/2020), ada 2.324 kasus baru atau total 197.675 pasien positif.

Kasus kematian bertambah 260 orang atau menjadi 26.644. Sedangkan pasien sembuh 64.928.

Saat ini, Italia ada di posisi ketiga negara dengan kasus terbanyak di dunia, di bawah AS dan Spanyol. COVID-19 telah menginfeksi 210 negara dan teritori dengan kasus global mencapai 2,9 juta orang.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: