Muhammadiyah Sebut Gelar Habib Tak Istimewakan Rizieq di Arab

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan meski Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bergelar habib, dia tidak serta merta mendapat perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi.

Sejumlah pengurus PP Muhammadiyah mengadakan pertemuan terbatas dengan Duta Besar Arab Saudi di Indonesia, Osama bin Mohammad Al-Shuhaibi di kantor PP Muhammadiyah pada Selasa (12/11) siang. Pertemuan itu membahas beberapa isu salah satunya terkait keadaan Rizieq di Arab Saudi.

“Tidak ada, tidak ada (perlakuan istimewa) dia (Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammad Al-Shuhaibi) menyebut dia warga negara Indonesia, dia orang Islam,” ujar Mu’ti di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (12/11).

Mu’ti menjelaskan dengan status Rizieq sebagai WNI yang tinggal di Arab Saudi, dia terikat dengan hukum yang berlaku di sana. Atas dasar itu Rizieq diperlakukan sama seperti halnya WNA lain yang tinggal di Arab Saudi.

Lebih lanjut Mu’ti mengatakan Rizieq Shihab tidak memiliki masalah hukum di Arab Saudi. Ia menyebut pemerintah Arab Saudi tidak memiliki alasan untuk mendeportasi Rizieq. Alhasil, sampai saat ini Rizieq masih berdiam di Arab Saudi.

“Tadi juga dia (Osama) mengatakan kalau Habib Rizieq tidak melanggar hukum yang berlaku di Arab Saudi. Seandainya dia melanggar hukum mengenai visa sudah pasti dia dideportasi. Tidak mungkin dia (Pemerintah Arab Saudi) mengizinkan orang tinggal di negaranya tanpa visa,” tutur Mu’ti.

Sementara itu, Osama mengatakan mengatakan bahwa selama tinggal di Saudi, Rizieq tidak pernah tersangkut masalah hukum. Terkait masalah izin tinggal Rizieq yang sudah habis, Osama tidak menjawab secara gamblang.

“Berkaitan pertanyaan izin tinggal yang berkaitan dengan Rizieq, kalau memiliki masalah di Arab, tentu sudah dipenjara. Namun, kita lihat Rizieq masih dijamin kehidupannya oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi,” katanya.

Sumber : cnnindonesia

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: