“Mungkin Pak Anies Punya Caranya Melanggar Perda Dan UU Tentang Cagar Budaya”

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyesalkan langkah Anies Baswedan yang membangun kembali Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Sayang saja ada peninggalan cagar budaya dan kawasan Kota Tua dirusak hanya mau menyenangkan konstituen,” kata Ahok melalui pesan singkatnya, Kamis, 20 Agustus 2020.

Pembangunan kampung di tepi pantai tersebut secara seremonial telah dilakukan lewat peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Anies Baswedan pada 17 Agustus 2020 dan akan dimulai September 2020 dengan dana awal Rp 62 miliar. Sebelumnya, perkampungan di Kampung Akuarium telah digusur Ahok.

Menurut Ahok, semestinya Anies yang menjadi pejabat negara mengutamakan konstitusi, ketimbang mempertahankan konstituen. Apalagi hingga saat ini belum ada Peraturan Daerah yang bisa mengizinkan pembangunan permukiman di kawasan cagar budaya tersebut.

“Saya tidak tahu apakah ada perda baru yang ubah semua tata ruang di DKI khususnya kawasan Kota Tua dan Kampung Akuarium,” kata Ahok.

Pertikaian Anies dengan Ahok soal Kampung Akuarium ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Silang pendapat di antara keduanya perihal Kampung Akuarium sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu.

Anies kala itu berjanji tak akan ada penggusuran melainkan penataan jika dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apa kata, pada akhirnya Ahok yang saat itu masih memimpin Jakarta pun menggusur Kampung Akuarium.

Di tahun yang sama, tahun 2017, Anies terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Ahok. Anies pun lantas merencanakan pembangunan kembali Kampung Akuarium untuk menjadi kampung percontohan pada tahun 2018.

2 tahun berlalu, rencana itu direalisasikan. Anies pada akhirnya meletakkan batu pertama untuk memulai pembangunan kembali Kampung Akuarium pada 17 Agustus 2020 lalu.

Keputusan Anies itu pun memicu kritik dari Ahok. Menurut Ahok, Anies berpotensi melanggar undang-undang dengan membangun Kampung Susun Akuarium.

“Mungkin Pak Anies punya caranya melanggar perda dan UU tentang cagar budaya,” kata Ahok melalui pesan singkat.

Setahu Komisaris Utama Pertamina itu, kawasan Kampung Akuarium dulunya adalah Pasar Hexagonal yang menjadi pusat wisata dan UMKM yang menjadi tujuan sejarah. Namun, Ahok prihatin kawasan pasar bersejarah yang dulu pernah ada justru bukan dibangkitkan malah bakal dijadikan kampung susun atau permukiman warga.

“Rumah atau rusun atau rumah lapis istilahnya bisa dibangun dimana saja. Penjaringan dan Daan Mogot sudah dibangun rusun tingkat 20 lantai,” kata Ahok. “Semua bisa tinggal di sana dan penduduk asli Akuarium bisa dikasih hak dagang di sana jika jadi destinasi turis.”

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: