Nama koalisi Prabowo dikaitkan zaman Orba, Sekjen Berkarya ingatkan jasa Pak Harto

Pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi memutuskan nama koalisinya yaitu Indonesia Adil Makmur. Nama ini dinilai jadul dan bernuansa orde baru atau orba.

Menanggapi kritik itu, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menyebut banyak kebaikan di zaman orba yang dipimpin Presiden ke-2 RI Soeharto. Menurutnya setiap rezim pemerintahan memiliki sisi baik, baik itu orde lama maupun orba.

“Orba apa jelek? Saya sendiri berpandangan orde lama Bung Karno ada sisi kebaikan. Orba Pak Harto ada sisi jasa besar kebaikan. Tugas kita adalah bagaimana kita merajut kebaikan-kebaikan dari berbagai peninggalan era orde itu,” jelasnya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

Menurutnya, para pengkritik nama koalisi itu justru keblinger karena menilai buruk pemimpin sebelumnya.

“Kalau pihak lain mengatakan sangat milenial hanya karena mencerca para pemimpin sebelumnya, saya kira keblinger juga. Saya enggak ikut-ikut,” jelasnya.

Keriuhan soal nama koalisi dianggap hanya masalah remeh temeh dan tidak penting. Menurutnya, kritik yang kerap dilontarkan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin hanya menyangkut hal-hal tak substansial.

“Ini agak aneh ya, perbincangan dan perdebatan yang dimunculkan hanya tingkat teteiye, hanya hal hal yang tidak penting. Kemarin mengkritik tentang istilah emak-emak, sekarang tidak senang dengan istilah koalisi yang kita kemukakan,” kata Priyo.

Dia mengusulkan pembicaraan yang lebih substantif tentang bernegara, bagaimana menyelamatkan ekonomi, juga bagaimana membangun birokrasi yang hebat.

“Saya usul agar ada diskusi dan pembicaraan substantif yang lebih terpelajar dan lebih kerakyatan ketimbang menyindir hal yang sebenarnya hanya buat saya tertawa saja,” jelasnya.

“Hak kami untuk menyampaikan apapun nama dari koalisi, koalisi adil dan makmur, yang lain kan hak kami,” tambahnya.

Dipilihnya nama Koalisi Indonesia Adil Makmur karena pihaknya ingin memperjuangkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat. Karena, kata dia, jika hanya kerja tapi tak menghasilkan karya, sama saja tak ada membawa kemakmuran buat masyarakat.

“Kami tidak mau mengkritik yang sebenarnya urusan sepele semacam itu. Saya sarankan ke depan marilah kita menyampaikan wacana dan pembicaraan yang substantif untuk kepentingan dan penyelamatan negara kita dalam posisi pancaroba yang mengkhawatirkan kita sebagai bangsa,” ucapnya.

Sumber : Merdeka

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: