Pemkot Solo Siapkan Regulasi Saat New Normal

Pemerintah Kota Solo segera menerapkan normal baru atau new normal selama menghadapi wabah Covid-19. Di Kota Solo, new normal itu bakal mulai diterapkan 7 Juni mendatang. Para pengusaha pun merespons baik rencana tersebut. Ini akan menjadi angin segar agar roda perekenomian bergerak kembali.

Aparat gabungan dari unsur TNI-Polri hingga Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melaksanakan pengecekan kesiapan kesiapan pemberlakuan new normal di Solo Paragon Mal, Kamis (28/5) malam. Dalam pengecekan yang dilakukan, aparat menekankan supaya masyarakat disiplin dalam menjaga protokol kesehatan.

“Kegiatan ini untuk mengecek kesiapan new normal di mal. Bersama dengan Dandim 0735 dan Pak Walikota,” terang Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai kepada wartawan, Jumat (29/5).

Dikatakan, jajarannya melakukan penyusuran semua sudut mal dan tenan yang ada di Solo Paragon Mal. Dalam pengecekan tersebut semua infrastruktur protokol kesehatan mulai tempat cuci tangan, tempat duduk, lokasi antrian kasir, tempat makan, dan lainnya semua sudah siap.

“Kami cek, tempat cuci tangan, antrian kasir dan hasilnya semua telah siap,” kata Andy.

Pihaknya lebih menekankan kepada masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Hal itu jadi langkah penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, meski penerapan new normal dijalankan.

“Penerapan new normal di Kota Solo akan berlaku 7 Juni mendatang. Atau tepat berakhirnya status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 di Kota Solo. Setelah perekonomian, bulan depannya rencananya baru merambah dunia pendidikan,” papar Andy.

Pemkot Solo tengah menyiapkan regulasi dengan kemungkinan dapat menerapkan new normal di sektor pendidikan pada Juli 2020. Menurut Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani , bulan Juli merupakan titik awal pendidikan baru tahun ajaran 2020/2021 dimulai. Sektor pendidikan menjadi paling terdampak pandemi Covid-19. Bahkan siswa terpaksa belajar dan mengerjakan tugas dari rumah via daring selama hampir 3 bulan. “Sektor pendidikan memang paling terdampak. Kita akan tata ulang lagi pada tahun ajaran baru, bulan Juli nanti,” ujarnya.

Ahyani menyampaikan, Pemkot Solo meliburkan sekolah dan mengubah pembelajaran dari tatap muka dengan daring agar para siswa tidak terpapar Covid-19. Namun di lapangan ditemukan adanya siswa yang positif dan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). “Temuan kasus ini akan menjadi perhatian khusus dan evaluasi saat new normal pendidikan diterapkan di Solo,” terangnya.

Lebih lanjut, Ahyani menjelaskan, pihaknya akan menggodok pedoman-pedoman baru. Apalagi new normal nanti akan dibarengi dengan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Penerapan new normal juga akan disertai tindakan tegas atau sanksi. “Selama ini protokol kesehatan masih sebatas imbauan. Aturan tegas itu bisa diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali),” tegasnya.

Bentuk sanksi, lanjut Sekda Kota Solo itu, bisa saja dengan hukuman ringan seperti menyapa dan lainnya. Menurut dia, sanksi lebih bersifat sosial dan bukan ranah pidana.

Rencana penerapan new normal ini mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha di Kota Bengawan. Sebab, ini akan menggairahkan kembali perekonomian yang mulai redup pada masa pandemi Covid-19.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: