Hersubeno Arief, Saksi Kasus Said Didu Tak Penuhi Panggilan Penyidik

Ketidakhadiran Hersubeno Arif (HA) tak memenuhi panggilan Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Pemanggilan itu telah dilayangkan sejak Selasa, 19 Mei 2020 lalu.

“Bahwa HA tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sebagai saksi pada Selasa 19 Mei 2020,” ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi Rabu (27/5/2020). Karena tidak hadir, maka penyidik bakal melayangkan panggilan berikutnya ke yang bersangkutan.

Alasan itu tidak jauh berbeda dengan yang dilontarkan Said Didu. Said juga tidak hadir pada panggilan pertama, Senin (4/5) lalu karena alasan menghormati kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19.

Ketika penjadwalan ulang pada Senin (11/5) lalu, Said Didu juga tidak hadir dengan alasan yang sama. Pihak Said Didu meminta pemeriksaan dilakukan di rumah Said Didu.

Permohonan itu tidak dikabulkan penyidik. Akhirnya pada Jumat (15/5) Said Didu diperiksa di Bareskrim Polri setelah ada kesepakatan dengan penyidik bahwa pemeriksaan pasti mengedepankan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Said Didu dipolisikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan atas dugaan pencemaran nama baik.

Luhut menyebut dugaan pencemaran nama baik itu dilontarkan Said Didu ketika diwawancarai Hersubeno Arief melalui kanal YouTube. Dalam tayangan itu, Said menyebut Luhut mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan situasi genting pandemi.

Ketika penjadwalan ulang pada Senin (11/5/‎2020), Said Didu juga tidak hadir masih dengan alasan mematuhi PSBB.

Kubu Said Didu meminta pemeriksaan dilakukan di rumah Said Didu. Permohonan itu tidak dikabulkan penyidik. Jumat (15/5/2020) Said Didu diperiksa di Bareskrim Polri setelah ada kesepakatan dengan penyidik bahwa pemeriksaan pasti mengedepankan protokol kesehatan.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: