Penangkapan Anggota DPRD Kota Palembang, Doni SH Terlibat Sindikat Narkoba

Bandar gede (Bede) Narkoba yang juga sebagai anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi Golkar, Doni SH tercatat sebagai wakil rakyat termuda. Tersangka lahir di Kota Palembang, 22 Desember 1987. Usianya kini 33 tahun dan menjabat di DPRD Kota Palembang periode 2019-2024. Politisi Partai Golkar itu masuk dalam Komisi I membidangi pemerintahan dan hukum.
Kediamannya berada di Jalan Timor Gg Timor No 146 RT 02 RW 01 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Untuk menuju kursi empuk di DPRD Kota Palembang, Doni mencalonkan diri sebagai Caleg DPRD Kota Palembang untuk Dapil I. Meliputi Kecamatan Bukit Kecil, Kecamatan Gandus, Kecamafan Ilir Barat I dan Kecamatan Ilir Barat II, Nomor urut 7.

Dalam pemilu 2019 kemarin, Doni mampu mendulang sebanyak 5.232 suara. Anggota DPRD Kota Palembang Komisi I, Drs H Paidol Barokat M Pd. I mengenal dekat Doni SH sebagai sesama anggota yang termuda berada dalam komisi I. Doni juga sering masuk dalam satu tim pansus dan kunjungan kerja ke luar. Paidol mengenal Doni sebagai orang yang supel dan sering bertegur sapa. Bahkan Doni seringkali bertanya mengenai masalah agama kepadanya.

“Saya melihat dia orangnya bagus ya, saya akrab dengan dia, sering bertanya masalah agama, shalatnya tepat waktu apalagi ketemu dalam perjalanan kunjungan kerja, biasanya dia tidak akan jamak shalat, justru mengerjakan shalat sesuai dengan waktunya,” ujarnya. Namun Paidol sebagai sesama anggota satu komisi tidak mengira bahwa Doni terjaring dalam jaringan narkoba. “Saya tidak mengira kalau terjadi seperti itu. Kalau saya tahu dari awal, mungkin sudah saya nasihati,” ujarnya saat diwawancarai via telpon, Selasa (22/9/2020).

Dia juga bukan tipe orang yang terlalu tertutup, sesekali Doni juga bercerita mengenai istri dan anaknya yang baru berusia 8 bulan. Selama mengenal Doni, ada beberapa keanehan selama beberapa bulan terakhir. Biasanya Doni tidak pernah terlambat saat rapat, namun dia sering terlambat saat ada pertemuan. Doni juga tidak pernah melakukan perjalanan kunjungan kerja bersama-sama melalui jalur udara, dia biasanya memilih jalur darat menggunakan mobil pribadinya.

“Saya sering telepon bertanya kapan berangkat, terakhir kemarin saya telepon untuk mengajak mau kunker apakah mau jalur udara atau jalur darat. Tapi biasanya dia selalu naik kendaraan pribadi jalur darat,” ujarnya. Paidol dan anggota DPRD Kota Palembang yang mengenalnya tidak memiliki kesan buruk mengenai sosok Doni selama bekerja. Hal ini karena dia termasuk anggota termuda bersama empat anggota DPRD Kota Palembang yang masih berstatus lajang. “Dia termasuk muda ya, tapi masih ada juga anggota muda lainnya 4 orang, masih lajang, kalau Doni sudah ada istri dan anak,” ujarnya.

Partai Golkar Angkat Bicara

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Biodata Doni SH Anggota DPRD Palembang Muda yang Terlibat Sindikat Narkotika Antarprovinsi, https://surabaya.tribunnews.com/2020/09/22/biodata-doni-sh-anggota-dprd-palembang-muda-yang-terlibat-sindikat-narkotika-antarprovinsi?page=all.

Editor: Anas Miftakhudin

Ketua DPD Partai Golkar Sumsel H Dodi Reza Alex Noerdin angkat suara terkait penangkapan anggota DPRD Kota Palembang, Doni SH alias Dodon, yang terlibat sindikat narkoba. Dodi yang juga Bupati Musi Banyuasin itu mengatakan pihaknya segera mengambil langkah kepartaian karena yang bersangkutan merupakan kader partai Golkar.

Ia akan memanggil Ketua Golkar Palembang dan seluruh anggota fraksi untuk melaporkan apa yang terjadi secara partai.

“Proses hukumnya sendiri sudah berjalan dan kami ikuti serta serahkan ke pihak berwajib,” ujar Dodi dibincangi di Pendopoan Serasan Sekate, Sekayu, Muba. Dodi menegaskan tindakan tegas dan drastis diambil pihaknya secara kepartaian. “Ini kejahatan luar biasa, langsung dipecat secara kepartaian. Dipecat tidak hormat,” ujarnya.

Bagaimana dengan statusnya di legislatif, Dodi menegaskan juga akan dilakukan pergantian. “Segera kami proses untum pergantian antar waktu-nya,” cetusnya. Dodi juga mengimbau baik masyarakat dan terutama kader Partai Golkar untuk tidak coba-coba terlibat dalam narkotika.

Apalagi kata dia sudah banyak sekali melihat kejadian yang sangat tidak sesuai dengan perilaku dan moral bangsa.

“Memakai saja sudah salah, apalagi ini ikut berkecimpung dalam transaksi perdagangan narkoba. Kami sangat merasa prihatin dan merasa tercoreng.”

“Jika memang terbukti oknum tersebut benar-benar melakukan kegiatan transaksi atau berbisnis narkoba, maka tidak ada ampun dari Partai Golkar,” pungkasnya.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: