Pergi ke Palu Beri Bantuan, Sandiaga Tampik Ada Misi Politik

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendatangi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah pada malam ini, Kamis (1/11). Dia berencana memberikan bantuan yang dibutuhkan para korban.

“Jadi kita telah mendapatkan laporan dan kami berkomitmen untuk menyerahkan bantuan kepada para korban,” ucap Sandi di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta, Kamis (1/11).

Sebelumnya, Prabowo dan Sandi pernah mengatakan tidak mau mendatangi korban gempa dan tsunami di Palu. Alasannya, agar pemerintah tidak terganggu dengan kedatangan mereka yang kemungkinan besar menyita perhatian.

Kali ini, Sandi mengklaim dirinya mendapat undangan dari relawan yang bekerja membantu para korban. Dia tidak mengatakan kunjungan ke Palu adalah inisiatif pribadinya.

“Jadi kemarin ini rekan dari relawan menginginkan saya datang ke sana. Jadi saya memenuhi undangan dari mereka dan mereka ingin disentuh oleh kita,” kata Sandi.

Sandi menegaskan dirinya tidak bermaksud menarik simpati warga Palu untuk kepentingan Pilpres 2019. Dia enggan kunjungannya ke Palu untuk memberikan bantuan dikaitkan dengan isu politik.

“Kunjungan ini menyerahkan bantuan. Jadi tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan penggalangan suara dan penggalangan kekuatan politik di sana,” ujar Sandi.

Gempa dan tsunami yang melanda Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan korban jiwa sebanyak 2.081 orang. Semuanya telah dimakamkan.

Korban luka akibat bencana alam tersebut mencapai 12.568 orang. Warga yang mengungsi mencapai 214.925 orang, dan korban hilang sebanyak 1.309 orang.

Terkait total kerusakan dan kerugian, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut total kerugian itu mencapai Rp18,48 triliun.

Adapun rincian dampak ekonomi dari total kerusakan Rp18,48 triliun ini, kerugian mencapai angka Rp2,89 triliun dan untuk kerusakan mencapai Rp15,58 triliun.

Sedangkan jika dirunut berdasarkan sebaran wilayah, kerugian dan kerusakan terbesar ada di Kota Palu yang mencapai angka Rp8,3 triliun, Kabupaten Sigi mencapai Rp6,9 triliun, Donggala Rp2,7 triliun dan Parigi Moutong mencapai Rp640 milyar.

Nantinya, Kota Palu akan dibangun ulang dengan memperhatikan kondisi tanah. Wilayah yang rawan likuefaksi tidak akan ditempati kembali sebagai wilayah permukiman.

“Yang saya dengar mereka [Pemkot Palu] sudah siap [direlokasi] sekitar 20-an kilometer dari Palu. Itu yang saya dengar, jadi mereka sudah siap,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

Sumber : cnnindoesia

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: