Persiapan Ganjar “New Normal” di Jawa Tengah

Ganjar Pranowo merespons rencana bergulirnya kehidupan normal dalam tatanan baru, yang berdampingan dengan Covid-19, dengan mulai mengunjungi beberapa lokasi. Setidaknya menurut pengamatan saya saat kepoin akun IG “ganjar_pranowo”, ada tiga lokasi yang didatangi oleh Jateng-1, pusat perbelanjaan Mall Paragon, Masjid Kauman dan Gereja Katedral, dan SMP Negeri 7 yang semuanya berlokasi di Semarang.

Namun sebelumnya, saya merasa perlu mengingatkan yang satu ini: Awas, jangan salah sangka dan kita harus cerdas merespons unggahan tersebut. Ganjar Pranowo belum berencana menerapkan “new normal” dalam waktu dekat, tetapi beliau baru dalam tahap meninjau ke lapangan, sekaligus memantau sejauh mana ketiga tempat publik tadi siap seandainya kebijakan mulai digulirkan dan berlaku secara bertahap. Ingat, semuanya masih dikaji dan dipertimbangkan berdasarkan kondisi terakhir dari Covid-19 di daerah Jawa Tengah.

Menariknya, Ganjar Pranowo tidak hanya mengunggah materi yang menurut saya mengandung pesan yang jelas, yakni agar mall, tempat ibadah, dan sekolah secara perlahan disiapkan untuk nantinya dapat kembali menjalani rutinitas seperti sebelum Covid-19, dengan cara yang berbeda tentunya … tetapi Jateng-1 juga menampung masukan atau aspirasi dari masyarakat!

Seperti saat mengunggah hasil kunjungan yang saya ceritakan tadi, untuk setiap unggahan, akun IG resmi Ganjar Pranowo tadi menyertakan kalimat dimana intinya beliau akan mendengarkan masukan atau aspirasi dari masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Seperti pada unggahan hasil kunjungan ke mall, di akun IG Ganjar Pranowo ada tulisan:

”Ayo latihan kebiasaan baru. Menata tempat belanja agar aman & semoga nyaman. Ada masukan?”

Lalu, terkait rencana membuka kembali tempat ibadah saat waktunya tiba, ada caption begini:

”Sosialisasi kebiasaan baru. Siang tadi saya bertemu takmir masjid Kauman & Romo dari Gereja Katedral Semarang. Jika kebiasaan baru pada saatnya harus dilaksanakan, bgmn persiapannya?”

Begitu pula caption terkait kunjungan ke SMP N 7, ada tulisan:

”Kamu ada saran, Kalau masuk sekolah lagi baiknya aturan baru spt apa? 1. Protokol masuk ke sekolah; 2. Mengatur bangku/meja kelas; 3. Naik angkot yg aman spt apa ya?”

Melihat semuanya tadi di akun IG resmi Jateng-1, saya menilai Ganjar Pranowo bertindak cukup hati-hati, tidak terkesan tergesa-gesa, tetapi juga ada sisi seriusnya. Aspirasi atau masukan dari masyarakat saya yakin juga akan benar-benar dibaca, dicermati, dan dipertimbangkan sebelum keputusan nantinya dibuat.

Dibukanya peluang untuk masyarakat memberi aspirasi, bisa dengan nge-tag secara langsung di kolom komentar atau mengirim “direct-message”, saya yakin hal ini dilakukan karena Ganjar Pranowo ingin melibatkan masyarakat untuk keputusan yang tidak mudah ini. Membuka kesempatan agar aspirasi masyarakat bisa masuk, bisa disebut langkah cerdik dan brilian karena mungkin akan terbuka fakta-fakta baru di lapangan, yang selama ini belum (tidak) diketahui oleh beliau.

Jika dirasa perlu, bukan tak mungkin orang yang mengusulkan akan langsung ditelepon atau diajak berdiskusi lewat video-conference, seperti yang beliau lakukan selama ini. Hal yang akan membuat kebijakan Ganjar Pranowo akan semakin tajam, tepat sasaran, dan membahagiakan masyarakat karena merasa aspirasinya ditampung—meski tentu tidak semua aspirasi akan diterima begitu saja, tetapi dipertimbangkan mana yang terbaik.Betul?

Jadi … Pak Ganjar … sebagai warga Jawa Tengah saya akan menantikan seperti apa kebijakan yang nantinya akan Bapak putuskan terkait uji coba “new normal life” di daerah kita nantinya, Pak. Saya hanya bisa mendukung dan mendoakan agar Tuhan mengaruniakan hikmat dan kecermatan dalam setiap keputusan yang Bapak ambil.

Saya tahu ini tidak akan pernah berlangsung dengan mudah, Pak. Namun, saya percaya Pak Ganjar akan bertindak selayaknya seorang Ayah terhadap warga Jateng, yang ingin memberikan segala yang terbaik semampu yang Bapak lakukan, demi kebaikan masyarakat Jawa Tengah secara umum.

Oya, kalau boleh menitip pesan, sekali ini tak usah gubris Fadli Zon ya, Pak. Kalau sewaktu-waktu orang itu mencuit seperti beberapa waktu lalu. Senyumin aja ya, pak. Namun, kalau memang sudah dinilai keterlaluan … ya apa boleh buat, Pak. Boleh dibalas sithik-sithik tetapi masih dengan cara yang elegan, seperti yang belum lama ini Bapak lakukan.

Ada yang ingin memberi masukan, khususnya bagi warga Jawa Tengah? Langsung meluncur ke akun IG resmi Ganjar Pranowo yaaa…

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: