PKS Resmi Abstain di Pilkada Solo

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memutuskan untuk tidak menentukan dukungannya (abstain) pada pilkada Solo 2020 mendatang. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan suasana kebatinan yang tidak sesuai dengan DPD PKS Solo menjadi alasan PKS untuk abstain di pilkada Solo.

“Persoalannya tergantung pada suasana kebatinan teman-teman di daerah tersebut dalam komunikasi dengan partai-partai lain. Jadi, misalnya kenapa di Tangsel (Tangerang Selatan) PKS dengan Putrinya Pak Ma’ruf Amin, ya suasana kebatinan yang terbentuk itu lebih ini ke Nur Azizah, jadi itu saja sebetulnya, termasuk di Solo juga,” kata Sohibul di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (29/8).

Menurutnya DPD PKS Kota Solo cenderung menginginkan agar PKS abstain. Sohibul menambahkan, PKS sebenarnya ingin menghadirkan lawan yang seimbang untuk pasangan calon Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, namun karena PKS tidak memiliki cukup kursi dan mayoritas partai juga telah mendukung Gibran maka PKS memutuskan untuk abstain.

“Sekarang memang ada independen, ya kalau independen kan memang tidak perlu usungan dan dukungan partai kan, karena itu PKS ya sudah teman-teman di Solo menginginkan abstain,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu Al Muzzammil Yusuf mengaku dari 270 daerah yang menggelar pilkada serentak 2020, PKS hanya memiliki kursi di 215 daerah. Sementara di dua daerah sisanya PKS menyatakan abstain, salah satunya di pilkada Solo.

“Di 15 daerah yang tidak ada kursi PKS, PKS tetap mengusung calon kepala daerah sehingga total sebanyak 230 daerah yang diusung oleh PKS,” tuturnya.

Sebelumnya Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail. Ghofar mengatakan, sejak awal PKS ingin bisa menciptakan demokrasi yang sehat di Solo sebagai tanggung jawab partai politik. Sebelum adanya rekomendasi pasangan PDIP, PKS berharap bisa memunculkan lawan tanding dalam Pilkada Solo dengan membentuk koalisi.

“Tetapi, perkembangan politik saat ini semua partai non-PKS sudah menjadi satu koalisi besar. PKS inginnya ada dua calon,” kata Ghofar. Dengan abstainnya PKS di Pilkada Solo, hanya ada dua pasangan calon yang akan berkontestasi. Yakni, pasangan calon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung koalisi partai selain PKS, dan pasangan calon perseorangan Bagyo Wahyono-F.X Supardjo (Bajo).

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: