Prediksi Pengamat Politk Soal PartaiBaru Amien Akan Berprospek Suram.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai rencana mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendirikan parpol baru cukup masuk akal. Ari mengatakan, mendirikan parpol baru merupakan cara Amien memainkan peran dan hegemoninya yang telah meredup, terutama setelah tersisih dari PAN?

Namun, Ari menilai prospek partai baru besutan Amien tak akan bagus. “Era Amien Rais sudah khatam sehingga ketokohan beliau sudah tidak menjadi magnet daya tarik lagi,” ujar Ari di Jakarta, Minggu (30/8).

Dosen di Universitas Indonesia ini menyebut Amien yang semula dikenal sebagai tokoh reformasi, kini selalu menganggap dirinya benar dan orang lain salah. “Alih-alih dikenal sebagai tokoh reformasi, malah lebih dikenal penuh kontroversi ketimbang prestasi,” ucapnya.
Selain itu, Ari juga punya argumentasi untuk menguatkan prediksinya soal partai baru Amien bakal berprospek suram. Mantan wartawan itu mengatakan, era milenial menuntut partai yang bisa menampung aspirasi politik kaum muda.

“Jangankan partai baru, partai induknya saja, PAN, saya kira juga akan tergerus di pemilu mendatang,” ulas Ari. Oleh karena itu Ari menyarankan agar Amien tetap bertahan di PAN sembari menyusun strategi untuk mengegolkan jagonya menjadi ketua umum pada kongres yang akan datang.

Jejak Keretakan PAN
Pada Maret lalu, Zulkifli Hasan menegaskan kalau di PAN itu “tidak ada kubu-kubuan.” Namun apa yang terjadi bahkan sebelum kongres menegaskan bahwa friksi itu memang ada, dan mundurnya Hanafi saat ini adalah bagian tak terpisahkan dari konflik tersebut.

Loyalis Amien Rais menganggap Zulkifli Hasan secara sepihak menetapkan ketua steering committee dan organizing committee kongres dalam rapat harian DPP PAN yang digelar di Kantor DPP PAN, Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 20 Desember lalu.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Ahmad Yohan mengatakan rapat itu seharusnya membahas pelaksanaan kongres dan membahas pembentukan tim verifikasi untuk menentukan tempat kongres.

Namun, tiba-tiba Zulkifli menunjuk Sekjen PAN Eddy Soeparno sebagai ketua steering committe dan Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) sebagai ketua organizing committe.

Setelah terpilih kembali menjadi Ketua Umum melalui Kongres ke-V, Zulhas langsung menyingkirkan Amien, senior sekaligus pendiri PAN. Zulkifli tak lagi memercayai besannya itu menjadi Ketua Dewan Kehormatan PAN pada kepengurusan periode 2020-2025.

Ia lebih memilih Soetrisno Bachir. Retaknya hubungan antara dua kubu makin gamblang terlihat saat merespons Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan, alias Perppu Corona yang diteken Presiden Joko Widodo. Pada 16 April lalu, Amien bersama Din Syamsuddin, Ms. Kaban, dan beberapa politikus menggugat perppu itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mereka menuntut pasal 2 ayat 1 huruf a angka 1, 2 dan angka 3, pasal 27, dan pasal 28 perppu dibatalkan. Dalam dokumen 34 halaman yang diterima MK, Rabu (14/4/2020), para pemohon beralasan pasal 2 perppu bertentangan dengan Pasal 23 dan 23 A UUD 1945. Perppu juga dinilai melanggar ketentuan pemberian wewenang batas defisit anggaran dan bertentangan dengan karakter periodik UU APBN yang diatur dalam Pasal 23 ayat 1 UUD 1945.

Namun Zulhas, demikian Zulkifli biasa dipanggil, menilai Perppu Corona dibutuhkan sebagai payung hukum mengatasi dampak pandemi COVID-19. “PAN menyetujui perppu tersebut dengan catatan,” kata Zulkifli saat dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I DPP PAN melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa kemarin, dikutip dari Antara.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: