PPP Sebut Dukungan Gus Wafi ke Prabowo Permalukan Mbah Moen

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie menilai pernyataan dukungan Wafi Maemoen Zubaer alias Gus Wafi kepada pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung mempermalukan tokoh PPP Maimun Zubair alias Mbah Moen, yang merupakan ayah dari Wafi.

Pasalnya, kata dia, Mbah Moen yang merupakan Ketua Dewan Syuro PPP yang jelas-jelas mendukung Jokowi, sesuai yang telah diputuskan partai.

“Kami menyayangkan saja sikap Gus Wafi itu. Kasihan Mbah Moen, kan beliau jelas telah mendukung Pak Jokowi. Tapi kami memaklumi, karena pilgub lalu, Gus Wafi juga beda pandangan di mana mendukung Sudirman-Ida daripada Ganjar-Taj Yasin,” ujar Masruhan, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/2).

Sebelumnya, Gus Wafi menggelar aksi deklarasi dukungan terhadap Prabowo bersama Gerakan Pemuda Kabah (GPK) di Temanggung, Jateng. Pada kesempatan itu, hadir pula Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat.

Beda pandangan antara Gus Wafi dengan Mbah Moen pun juga terjadi saat Pilgub Jateng 2018 lalu. Gus Wafi mendukung pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah daripada mendukung saudaranya sendiri, Taj Yasin, yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo.

Terkait dengan GPK sendiri, Masruhan menegaskan kepengurusan Syihabudin pada organisasi itu sudah tidak berlaku karena masa kepengurusannya telah habis. Sehingga, kata dia, yang dilakukan GPK hari ini adalah ilegal atau tak memiliki dasar hukum.

Masruhan bahkan menyebut GPK dengan Ketua Syihabudin adalah ‘Laskar Pajang’ yang belum bisa menerima kenyataan bila PPP saat ini hanyalah PPP di bawah kepengurusan Romahurmuzy alias Gus Romi.

“Syihabudin dengan GPK nya sudah lewat. Kepengurusannya sudah habis, jadi yang dilakukannya hari ini atau kemarin-kemarin itu ilegal. Tidak ada dasar hukumnya. Mereka ini ibarat Laskar Pajang, tidak bisa menerima kenyataan PPP yang sah adalah kepengurusan Gus Romi,” ucap Masruhan.

Di sisi lain, Masruhan justru menyatakan bila PPP dan organisasi sayapnya yakni Gerakan Pemuda Kabah (GPK) dan Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) tetap konsisten mendukung paslon nomor urut 01 Joko Widido-Ma’ruf Amin.

Diketahui, kepengurusan PPP sempat mengalami perpecahan. Yakni, antara PPP kubu Muktamar Pondok Gede yang dipimpin oleh Romahurmuziy dan PPP kubu Muktamar Jakarta yang digawangi oleh Djan Faridz.

Sidang Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (MA) pun sudah memutus bahwa kepengurusan yang dianggap sah adalah kubu Romahurmuziy.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: