Prabowo Disarankan Ganti Kostum dan Narasi demi Raih Milenial

Calon Presiden Prabowo Subianto disarankan untuk mengubah gaya dan penampilan dalam masa kampanye Pilpres 2019. Perubahan gaya tersebut dinilai dapat menarik simpati pemilih para milenial.

Konsultan Politik dari Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Satrio menilai milenial lebih tertarik pada hal-hal baru dan tidak menyukai sesuatu yang palsu. Salah satunya seperti gaya berpakaian paslon.

Hendri pun mencontohkan gaya berpakaian yang ditampilkan oleh Prabowo terkesan monoton dan kurang berani. Hal tersebut justru berbanding terbalik dengan calon wakil presidennya Sandiaga Uno yang justru lebih berani menggunakan warna dalam berpakaian seperti warna biru.

“Misalnya hal yang pertama saya lihat dari Bapak Prabowo itu kostumnya itu bosan nih masa dari 2014 itu lagi itu lagi, cobalah ganti sering-seringlah sehingga ketika orang melihatnya itu [terlihat] fresh. Sandiaga saja berani pakai warna biru, maksud saya coba saja ditiru,” ujarnya di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Menurut Hendri, pesaing Prabowo yakni Joko Widodo sudah selangkah lebih maju karena lebih sering mengubah penampilannya. Begitu juga dengan Ma’ruf Amin yang berpenampilan sesuai dengan citra dirinya sebagai ulama.

“Khusus untuk Pak Prabowo saya rasa harus ada kemasan baru kalau memang tidak ingin Pak Jokowi dua periode, maksudnya kalau mau ya ganti pakaian. Kalau begitu-begitu saja ya saya rasa dari sekarang kita sudah tahu [siapa yang unggul],” tuturnya.

Selain kostum, Hendri juga menilai pernyataan atau narasi yang sering diucapkan Prabowo harus diubah. Pasalnya, Prabowo dinilai selalu mengucapkan kata-kata yang sama seperti saat dia berkompetisi di Pilpres 2014.

“Pesan Bapak Prabowo ini harus diubah kalau begitu-gitu saja ‘kekayaan negeri untuk anak negeri’ begitu terus orang juga akan bingung dan malas karena tidak ada solusi yang lebih, padahal dua capres ini sudah paham permasalahan terbesar saat ini masih tentang ekonomi artinya harga-harga barang,” ucapnya.

Meski demikian, Hendri juga mengatakan masyarakat pun akan bingung dengan apa yang dilakukan oleh Jokowi saat ini.

Meskipun telah memimpin selama empat tahun tetapi mereka akan sulit untuk membedakan apakah yang dilakukannya selama memimpin merupakan prestasi atau hanya sekedar kewajiban.

“Bapak Jokowi punya keuntungan, dia punya monumen untuk ditampilkan walaupun masih dipertanyakan oleh swing voters apakah itu prestasi atau kewajiban. Tapi ada yang dipertontonkan oleh Pak Jokowi sehingga lebih mudah menarik untuk swing voters dan Pak Prabowo harus mengeluarkan segala upaya untuk meyakinkan para swing voters,” kata Hendri.

Sumber : cnnindonesia

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: