PSBB di Bogor Kembali Diperpanjang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali memerintahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 15 hari, mulai 3 Juli 2020 mendatang.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan usai mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksaan PSBB di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi melalui video conference bersama Ridwan Kamil di Pendopo Bupati Cibinong, Rabu (1/7/2020).

Kata Iwan, sesuai arahan Ridwan Kamil, wilayah Bodebek masih berada pada zona kuning. Meski rata-rata angka penularan (RT) di seluruh wilayah itu di bawah satu, gubernur meminta penerapan new normal ditangguhkan.

“Untuk Kabupaten Bogor, RT sudah berada pada angka 0,66. Sudah di bawah satu, tapi karena masih zona kuning, gubernur mengarahkan agar PSBB proporsional 15 hari dari 3 Juli,” kata Iwan.

Namun, kata dia, PSBB kali ini, lebih banyak pelonggaran. Seperti pembukaan tempat-tempat wisata maupun usaha dan pondok pesantren. Namun, untuk sekolah formal, masih ada dilakukan menggunakan sistem daring.

“Untuk ponpes, dibuka dengan menyesuaikan zona di masing-masing desa. Kan di Kabupaten Bogor juga ada zona hijaunya. Kalau ponpes yang berada di zona merah, sepertinya juga tidak dulu,” kata Iwan.

Untuk aturan perpanjangan PSBB proporsional ini, kata Iwan, sedang dirancang oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor yang akan berlaku efektif mulai 3 Juli 2020.

“Karena besok kan sudah hari terakhir, untuk perpanjangannya mulai 3 Juli pukul 00.00 WIB sudah berlaku. Makanya sedang disusun, mana tempat wisata atau usaha yang boleh buka atau tidak,” kata Iwan.

Belum ada pelonggaran, samakan dengan DKI

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai dengan kondisi zona kuning itu, maka pelonggaran aktivitas masyarakat di wilayah tersebut belum memungkinkan. Apalagi Pemprov DKI Jakarta telah resmi memperpanjang PSBB dari 3 Juli hingga 16 Juli. “Sehingga kita belum punya keyakinan untuk melakukan relaksasi mengingat epidemologi dengan Jakarta masih dinamis, fluktuatif dan belum bisa terperdiksi terkendali.

Berbeda halnya dnegna yang non-Bodebek terkendali,” kata dia. Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada masa transisi diperpanjang selama 14 hari. PSBB masa transisi diperpanjang terhitung sejak 3 Juli sampai 16 Juli 2020. “Kesimpulan dalam rapat Gugus Tugas tadi disimpulkan bahwa PSBB transisi, yang itu artinya semua kegiatan berlangsung masih 50 persen, itu akan diteruskan selama 14 hari ke depan,” ujar Anies dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Pemprov DKI, Rabu (1/7/2020).

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: