Semangati Stakeholder Tangani Covid-19, Risma: Memang Enggak Mudah

Sejak 30 Juni 2020 lalu, mobil Badan Intelijen Negara (BIN) yang berkeliling Surabaya untuk menyelenggarakan tes rapid massal berhenti beroperasi di Surabaya, Jawa Timur. Selama beroperasi, BIN menemukan lebih dari 1.700 kasus positif Covid-19.

Sebagai gantinya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau masyarakat yang merasakan gejala infeksi Covid-19 untuk tetap melakukan tes rapid di puskesmas terdekat.

“Kalau mulai merasakan gejala Covid seperti sesak nafas dan lain sebagainya, saya berharap warga untuk langsung datang ke puskesmas terdekat. Dan ini juga menjadi tugas kita bersama untuk terus melakukan sosialisasi pada masyarakat,” ujar Risma dalam acara pengarahan terhadap Direktur Rumah Sakit dan Puskesmas se-Surabaya pada Rabu (1/7).

Dalam acara yang digelar di Balai Kota Surabaya ini, Risma juga menyemangati seluruh stakeholder untuk tetap optimis menangani wabah Covid-19. “Memang enggak mudah. Tapi bukan berarti kita nggak bisa. Kuncinya adalah kerjasama sekaligus menaati peraturan,” tegasnya.

Penyuluhan aktif pun terus dilakukan oleh Rumah Sakit dan Puskesmas. Salah satunya adalah Puskesmas Kedungdoro yang terus melakukan tracing.

“Setelah tracing ternyata rapid reaktif, maka pasien akan langsung diarahkan untuk swab. Kalau positif, langsung diarahkan ke asrama haji. Sambil menunggu hasil swab test yang cukup memakan waktu, akan diarahkan ke hotel prehospital yang ada 8 di Surabaya. Dan semua gratis,” ungkap dr Rr Endang Dwihastutiningsih, Kepala Puskesmas Kedungdoro.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: