Respon Ruhut Dan Ganjar Mengenai Pembakaran Bendera PDI, “Kami Bukan PKI”

Ruhut Sitompul terus menyemangati kader PDI Perjuangan yang tengah menempuh jalur hukum atas pembakaran bendera partai berlambang banteng moncong putih oleh oknum massa saat unjuk rasa menolak Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) beberapa hari lalu.

Hal ini diperlihatkan Ruhut melalui cuitannya di Twitter pada Sabtu pagi (27/6). “PDI Perjuangan Yes, Kadrun Oh No no no. MERDEKA,” cuit @ruhutsitompul.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan ini juga meminta kepada aparat penegak hukum segera memproses pembakar bendera partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

“Jangan kadrun-kadrun ini dibiarkan semakin seenaknya melanggar hukum. Tolong aparat penegak hukum memberi pelajaran yang setimpal.

Indonesia Negara Hukum dan Kami Kader-kader PDI Perjuangan tidak gentar MERDEKA,” tulis Ruhut. Diketahui, insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan saat aksi demonstrasi menolak RUU HIP di depan Gedung DPR pada Rabu (24/6) lalu, memicu gelombang protes dari kader partai pemenang Pemilu 2014-2019 itu.

Dorongan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas pembakaran bendera itu tidak hanya dilakukan pengurus DPP, tetapi juga DPC-DPC PDI Perjuangan di berbagai daerah. Antara lain di Kabupaten Magelang, DKI Jakarta, NTT dan wilayab lain.

Politikus PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyesalkan adanya pembakaran bendera PDIP oleh massa yang melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI pada Rabu (26/6) kemarin. Meski begitu, Ganjar meminta seluruh kader PDIP tidak terpancing aksi provokasi itu.

“Kader jangan sampai terpancing pada provokasi pembakaran bendera PDIP itu. Jaga diri baik-baik, serahkan kasus ini pada DPP karena DPP PDIP sudah menyiapkan untuk mengambil langkah hukum,” kata Ganjar pada Kamis (25/6). Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Jateng itu membantah tuduhan yang menyebut PDIP berpaham Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menegaskan, bahwa PDIP juga tidak setuju dengan paham PKI.

“Saya orang PDIP, sudah cukup lama dan saya bukan PKI. Kami PDI, kami juga tidak setuju dengan PKI. Itu clear. Semua paham yang dilarang, kami tidak ada di sana, karena kami berada pada barisan yang sesuai konstitusi dan dasar negara,” tegasnya.

Ganjar mendukug DPP PDIP untuk mengambil jalur hukum dalam persoalan ini. Menurutnya, cara itu adalah cara yang terbaik. Menurutnya, PDIP sudah sangat terbiasa bergerak secara konstitusional. Dia mencontohkan, bagaimana peristiwa 1996 saat PDIP diinjak-injak tidak karuan dan mereka berjuang dengan cukup panjang.

“Siapa yang menginjak-injak itu, tidak ada yang tidak tahu. Semuanya tahu. Kita bertahan secara konstitusional dan Bu Mega memerintahkan untuk mengambil langkah hukum saat itu. Cara itu akhirnya yang kami percaya,” terangnya.

Menurut Ganjar, saat ini PDIP memang sedang digoncang dalam kontestasi politik. Sebenarnya itu hal yang biasa saja, tetapi seharusnya semua harus saling menghormati antar-intitusi. “Tidak setuju boleh, tetapi merusak janganlah. Ini pasti ada yang tidak suka dengan situasi kondisi politik yang berjalan hari ini, sehingga mereka ingin mendistorsi,” ucapnya.

Ganjar melihat ada upaya pihak lain yang ingin menyudutkan bahwa PDIP itu adalah PKI. Dengan tegas, Ganjar membantah tuduhan itu. “Maaf ya, tidak!. Kami bukan PKI, kami orang beragama dan juga anti-PKI,” jelasnya. Menurutnya, isu itu hanya ditempelkan saja untuk memprovokasi. Ganjar juga heran, kenapa pada aksi itu mereka menyandingkan bendera PDIP dengan bendera PKI.

“Saya tidak tahu mereka dapat bendera PKI dari mana, kalau bendera PDIP bisa dibeli, tapi kalau bendera PKI dari mana? Pasti itu diproduksi.

Menurut saya aparat penegak hukum ambil saja itu, siapa yang membakar, dapat bendera PKI dari mana. Dugaan saya, mereka nyablon sendiri,” pungkasnya.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: