Reuni 212 Diprediksi Tetap Anti-Jokowi Meski Prabowo-Sandi Absen

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sampai hari ini belum memastikan akan hadir atau tidak dalam acara Reuni 212.

Meskipun demikian, pengajar Komunikasi Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai ketidakhadiran Prabowo dan Sandi tidak akan berpengaruh apa pun pada Reuni 212.

“Tak akan berpengaruh. Aksi tak akan kehilangan legitimasi. Karena aksi ini adalah aksi di mana mereka menunjukkan eksistensi politik keagamaan mereka, yang dianggap mampu mengalahkan Ahok dua tahun lalu. Mereka perlu merayakan momentum itu,” kata Adi saat dihubungi reporter Tirto pada Kamis sore (22/11/2017).

Apalagi, kata Adi, suara para peserta aksi Reuni 212 juga sudah pasti diberikan ke Prabowo-Sandiaga. Hal ini mengingat selama ini narasi yang dimainkan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 selalu berbau anti-pemerintahan dan keinginan ganti presiden.

“Tak ada hubungan hierarkis yang harus memaksa Prabowo dan Sandiaga datang. Resonansi politik mereka muaranya ganti presiden dan anti-Jokowi, jika Prabowo dan Sandiaga hadir, ya akan lebih semangat saja,” kata Adi.

Reuni 212 rencananya akan digelar di Jakarta, pada 12 Desember 2018. Hingga saat ini, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku belum memutuskan hadir atau tidak dalam acara itu.

“Saya harus cek dulu, jadwal saya sampai Desember padat. Saya harus bicarakan juga dengan Pak Prabowo. Efektifitas kita hadir, kalau dua-duanya hadir itu bagaimana? Kalau cuma satu yang hadir seperti apa?” Kata Sandi kepada wartawan.

Tujuan Reuni 212 untuk memenangkan Pilpres dan Pileg 2019 memang telah diucapkan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS). Itu ia katakan dalam video yang diunggah akun Youtube Front TV berjudul “Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1440 H.”

Video itu merekam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Anwarul Hidayah, Jakarta Timur. Di agenda itu terlihat hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan beberapa tokoh Front Pembela Islam (FPI).

Di sesi akhir acara tersebut ini, Rizieq menyampaikan pidato secara langsung (live streaming) dari Arab Saudi. Dalam pidatonya, ia mengatakan sudah saatnya umat Islam memenangkan Pilpres dan Pileg 2019, sebagaimana Pilkada DKI 2017.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif justru menepis anggapan bahwa reuni 212 digelar untuk memenangkan Pilpres dan Pileg 2019. Ia mengatakan apa yang diungkapkan Rizieq tidak bermaksud demikian.

“Enggak begitu. Karena reuni sudah jelas untuk tahajud, subuh jamaah, zikir, dan istigosah kubro dan tausiah,” kata Slamet kepada reporter Tirto lewat pesan singkat, pada Kamis sore.

Sumber : TIRTO

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: