Reuni Prabowo dengan Eks Prajurit Timtim di Atambua

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah mantan prajurit prointegrasi Timor Timur di Atambua, Kabupaten Belu, NTT pada Kamis (27/12).

Salah satunya adalah Silvano Taran yang merupakan sahabat Prabowo di dalam pertempuran Seroja pada 1976. Dia menuturkan dirinya senang lantaran bisa berkumpul kembali dengan teman seperjuangannya itu setelah 42 tahun tidak bertemu.

Bersama para mantan pejuang pro integrasi Timor Timur lainnya, Silvano berharap Prabowo dapat memimpin Indonesia karena selama ini mantan pejuang tak diperhatikan.

“Saya berharap mudah mudahan beliau menang supaya kita bisa diperhatikan lebih baik. Dan kalau dia menang saya langsung ke jakarta. Waktu pas perang dia pernah ke rumah saya dua kali,” ungkap Silvano yang kini berprofesi sebagai petani di Atambua.

Di sisi lain, mantan prajurit pro integrasi Timor Timur lainnya yakni Yohanes Lauban juga menceritakan kisahnya saat pertama kali bertemu Prabowo. Dia bertemu dengan Prabowo pada 1992 ketika Prabowo bermalam di asrama TNI batalion 745 Kompi A.

Hansip Dilatih Tentara

Ketika itu, Yohanes yang menjadi seorang Hansip ditugaskan oleh pemerintah untuk dilatih bersama sukarelawan lainnya untuk mengangkat senjata berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI di Timor Timur.

Selama 4 bulan ia dilatih bersama tentara berangkat dari kota Suai menuju Los Palos-kini menjadi wilayah dari Timor Leste.

Ia juga berharap agar Prabowo bisa memenangkan Pilpres 2019 dan menjadi Presidenuntuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini. Sebab, hingga saat ini masyarakat yang tinggal di perbatasan khususnya masyarakat eks Timor Timur itu mendapatkan perumahan yang tidak layak sampai saat ini.

“Jika beliau jadi presiden maka kami berharap masyarakat eksodus dari Timor Timur itu lebih diperhatikan. Kami berharap jika beliau terpilih menjadi presiden kesejahteraan kita bisa lebih baik,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menuturkan pihaknya ingin menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, khususnya bagi para pejuang yang telah rela berkorban.

“Saya masih ingat apa yang terjadi kepada kalian. Kalian berkorban segala-galanya, nyawamu, keluarga mu, harta mu, tanah mu, tapi kau masih tetap setia kepada Republik Indonesia ini, dan saya ingin pengorbanan kalian menjadi contoh bagi bangsa ini,” katanya.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: