Rizal Ramli Kembali Kirim Undangan Debat Ke Luhut Binsar Panjaitan Setelah Tidak Jadi Debat

Ekonom Rizal Ramli kembali melayangkan surat terkait debat soal utang luar negeri dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Melalui tim promotornya, Rizal Ramli telah melayangkan surat kesediaan untuk melaksanakan debat utang luar negeri.

Aktivis ProDEM, Adamsyah Wahab selaku promotor mengaku telah mengirimkan surat kesediaan Rizal Ramli untuk debat.

Menurut Adamsyah, surat telah diterima oleh pegawai Kemenko Kemaritiman dan Investasi pada 15 Juni 2020.

Dalam surat tersebut disebutkan waktu pelaksanaan debat utang luar negeri yakni pada Rabu (24/6/2020) pukul 14.00-17.00 WIB di Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Surat permohonan untuk kesediaan Bapak Luhut Binsar Panjaitan berdebat dengan Bang @RizalRamli sudah kami sampaikan ke Kantor Menko Maritim dan Investasi pada Jam 15.30 WIB. Kita tunggu saja jawaban dari beliau,” ujar Adamsyah dalam akun twitter pribadinya @DonAdam68, Kamis (18/6/2020).

Dalam akun Twitternya, Adamsyah mengaku pernah mengelar debat alias promotor debat antara Jansen Sitindaon, Wasekjen Partai Demokrat dan Ruhut Sitompul, mantan Politisi Partai Demokrat yang kini masuk ke PDI Perjuangan.

Debat itu kata Adamsyah berlangsung tiga tahun lalu. Selain Jansen VS Ruhut, ia pernah menjadi promotor.

“Waktu itu untuk menunjukkan sebagai promotor aku berlaku adil. Dan Bang Ruhut abangku ini waktu itu memujiku. Paten kali acara kau Dam,” kicau Adamsyah.

Sebelumnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menjadwal ulang perdebatan terkait utang luar negeri dari 24 Juni 2020 menjadi 11 Juni 2020.

Karena alasan itulah, Mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli menyatakan tidak akan hadir dalam perdebatan yang jadwalnya diubah itu.

Rizal menyebut Luhut tidak berkoordinasi dengan dirinya terkait perubahan jadwal tersebut.

Debat terlaksana tanpa Rizal Ramli yang tak jadi datang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memuji dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Djamester Simarmata terkait pandangannya soal utang Indonesia.

Hal itu ia sampaikan setelah berdikusi terkait tantangan perekonomian Indonesia dengan Djamester di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (11/6/2020). “Pak Djamester memberikan analisis yang cukup hebat tentang utang Indonesia,” tulis Luhut di akun resmi Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Kamis.

Dalam diskusi itu, Luhut mengungkapkan terjadi perdebatan dengan Djamester. Namun mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu menilai hal itu sebagai hal yang biasa. Ia justru mengaku senang bisa berdiskusi dengan dosen senior UI tersebut. “Jika ada perdebatan di dalam teori itu hal yang lumrah.

Saya senang sekali bisa berdiskusi dan beradu argumentasi secara ilmiah seperti ini, bukan debat kusir yang tidak jelas titik temunya di mana. Apalagi sampai harus menyiapkan promotor seperti ajang tinju saja,” kata Luhut. Bagi Luhut, tak ada yang menang dan kalah dalam adu argumentasi dengan Djamester. Justru dari diskusi itu, Luhut mengungapkan ada satu titik temu.

“Tetapi kami sepakat pada satu hal, semua boleh berbicara dan mengkritik Pemerintah asalkan menggunakan data yang dapat diuji bersama-sama,” ucapnya. Luhut berpesan kepada Djamester untuk tidak hanya sekali saja datang ke kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Ia memastikan, semua jajarannya terbuka mendengar dan menerima masukan dari semua pihak, termasuk dari Djamester.

“Saya berharap kita bisa melanjutkan dan terbiasa melakukan kebiasaan baik ini, berdiskusi, berdialektika, bermuntuk mencapai mufakat,” kata dia. Sebelumnya, Luhut membuka peluang bagi para pengkritik pemerintah agar bertatap muka langsung sekaligus berdiskusi mengenai perekonomian. Kemenko Kemaritiman dan Investasi telah mengundang Rizal Ramli dan Djamester Simarmata untuk hadir diskusi. Sayangnya, diskusi yang dilaksanakan olehnya Kamis pagi hanya dihadiri oleh Djamester. Sementara Rizal Ramli ketika dikonfirmasi sudah menyatakan ketidakhadirannya menilai undangannya sepihak.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: