Rupiah tembus Rp 15 ribu/USD, Sandiaga yakin mampu benahi ekonomi RI

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terus mematangkan dasar atau platform untuk memperkuat ekonomi. Terlebih fokus koalisi Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS ini di bidang ekonomi.

“Sehingga keadaan ekonomi eksternal dan internal ini tidak mengakibatkan harga-harga bahan pokok meningkat,” kata Sandiaga dikutip dari Antara, Selasa (2/10).

Hal tersebut dikatakan Sandi terkait dengan nilai tukar rupiah mencapai Rp 15.000 per dolar AS.

Sandi mengharapkan, kondisi ini tidak berujung terhadap kenaikan harga bahan pokok.

“Karena sekarang sudah terbukti lagi bahwa ekonomi kita rapuh,” kata dia.

Sandiaga juga telah menyampaikan berkali-kali untuk langkah yang harus dilakukan untuk menekan lonjakan nilai rupiah terhadap dolar AS per hari Selasa adalah penghematan.

“Saya belum lihat itu dari pemerintah bagaimana penghematan itu dilakukan dan acara-acara seremonial itu bisa dipangkas,” kata Sandiaga.

Ditambahkannya, impor sudah mulai dilakukan penyesuaian, diharapkannya barang yang murni bisa menciptakan lapangan pekerjaan, untuk ‘capital goods’ mestinya harus pengecualian.

“Sekarang ini beban berat karena diakibatkan internal ekonomi kita juga nggak kuat. Prabowo-Sandi memiliki kemampuan membenahi dan memperbaiki ekonomi kita. Masyarakat nanti diharapkan bisa memberikan penilaian bahwa empat tahun setengah ini belum bisa merubah struktur ekonomi,” katanya.

Selain itu, salah satu penyebab rupiah melonjak adalah kegemaran masyarakat menggunakan produk impor. Ditambah, produk lokal sebanyak 80 persen bahan bakunya produk dari impor juga.

Menurut Sandiaga, harus ada industri yang berbasis subtitusi produk-produk impor, katanya.

“Kita mendorong prosesnya dan mudah-mudahan pemerintahan yang kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas kita bisa bekerja sama dengan dunia usaha untuk menciptakan industri – industri yang berkembang, sehingga harga bahan pokok khususnya bisa distabilkan dan terjangkau,” kata Sandiaga.

Diketahui, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah sepanjang perdagangan hari ini, Selasa (2/10). Dibuka di Rp 14.945 per USD, Rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp 15.000-an per USD.

Sumber : Merdeka

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: