Sandi Sebut Prestasi Lebih Penting dari Gelar Akademik

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menilai prestasi dan rekam jejak akan lebih diperhatikan masyarakat daripada gelar akademik dalam kontestasi sekaliber pilpres.

Dia mengatakan hal itu ketika dimintai tanggapan soal iklan KPU yang tidak menyertakan gelar akademik Prabowo-Sandi.

Sandi tidak secara gamblang mengakui dirinya tidak menyertakan gelar akademik dalam berkas identitas yang diserahkan ke KPU. Dia hanya mengatakan rekam jejak kontestan pilpres akan lebih dilihat masyarakat.

“Dalam pencalonan presiden dan wakil presiden masyarakat akan dengan sendirinya menilai prestasi dan rekam jejak kita,” tutur Sandi di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (17/12) malam.

Sandi mengamini bahwa gelar akademik adalah suatu pencapaian dalam hidupnya.

Diketahui, Sandi menempuh S1 di Wichita State University, Amerika Serikat . Dia juga mendapat gelar Master of Business Administration di George Washington University, Amerika Serikat.

Meski demikian Sandi menganggap rekam jejaknya di dunia usaha dan birokrasi selama menjadi wakil gubernur DKI Jakarta akan lebih diperhatikan masyarakat.

“itu yang nanti masyarakat harus menilai selama itu dilakukan dengan satu pendekatan yang jujur dan adil dan semuanya dalam kesetaraan saya rasa masyarakat bisa menyikapi dengan dewasa,” tutur Sandi.

Sebelumnya, KPU menayangkan iklan berjudul ‘Yuk Kenali Peserta Pemilu Serentak 2019’ pada 10 Desember lalu di laman Youtube. Iklan audio visual tersebut berdurasi 30 detik.

Dalam kolom komentar, nampak banyak pihak yang keberatan dengan iklan tersebut. Pada umumnya, mereka mempersoalkan KPU yang tidak mencantumkan gelar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara lengkap. Padahal, gelar lengkap dicantumkan pada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan penulisan nama peserta Pemilu, baik Pileg maupun Pilpres 2019 dilakukan sesuai yang tertera di formulir pendaftaran.

“Formulir pendaftarannya itu yang kita kutip tulisannya seperti itu. Misal H-nya satu, M-nya dua, pakai huruf A, pakai huruf U. Di situ yang kita tulis,” ujar Arief di kantor KPU RI, Jakarta.

“Pasti dokumen dari yang diserahkan oleh mereka ya itu tulisannya,” kata Arief.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: