Sandiaga Kampanye di Tiga Kota, Prabowo Tak Punya Agenda Hari Ini

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, akan kembali berkampanye di Jawa Barat hari ini, Rabu, 14 November 2018. Ia akan menyambangi Bandung, Purwakarta, dan Karawang.

Dalam agenda yang disiarkan tim media kepada wartawan, Sandiaga akan memulai kampanyenya di Bandung dengan sarapan bubur ayam di Jalan Sulanjana. Kebiasaan jajan kuliner lolal ini sudah dilakukan Sandi sejak hari pertama safari politik di daerah-daerah pada Oktober lalu.

Selanjutnya, ia akan menghadiri Dies Natalis ke-58 Universitas Pasundan.

Menjelang siang, Sandiaga dijadwalkan hadir dalam peresmian Posko Relawan Kata Sandi di Jalan Waspada. Kegiatan ini sekaligus mengakhiri kampanyenya di Bandung yang akan dilanjutkan dengan perjalanan ke Purwakarta.

Seperti di kota-kota sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini akan memulai kegiatan dengan berziarah di makam kubur leluhur setempat. Di Purwakarta, ia diagendakan ke makam Syekh Yusuf.

Lokasi makam Syekh Yusuf berdekatan dengan Markas Djoeang, rumah pemenangan Prabowo – Sandiaga. Maka, setelah berziarah, Sandiaga akan menghadiri kegiatan relawan di tempat itu. Setelahnya, Sandiaga akan mengakhiri kegiatannya di Purwakarta dengan mengisi dialog kewirausahaan bersama badan eksekutif mahasiswa dan unit usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sore harinya, Sandiaga bertolak ke Karawang. Ia akan memulai safari politiknya dengan dialog ekonomi. Kali ini, audiensnya ialah relawan dan aktivis buruh. Ia juga akan menyalami pedagang kaki lima selepas salat Magrib.

Sandi akan menghadiri deklarasi Persaudaraan Alumni 212 dan relawan lintas organisasi massa di Lapangan Bola Pasir Kemuning, Telagasari. Penutup kampanyenya hari ini adalah acara ngaliwet bersama ulama dan tokoh se-Karawang di Pondok Pesantren Baitul Burhan, Lemahduhur, Tempuran.

Adapun Prabowo tak punya agenda publik. Badan Pemenangan Nasional akan menghelat acara Rabu Biru bertajuk Prabowo – Sandiaga Menumpas Genderuwo Ekonomi. Acara ini diisi oleh praktisi industri, Said Didu; akademikus Rizal Halim; dan ekonom Farouk Abdullah Alwny.

Sumber : Tempo

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: