Sekarang Ekspor Benih Lobster Dibuka, Bertentangan Dengan Era Susi Pudjiastuti

Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka izin ekspor benih lobster melalui Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020. Beleid ini sekaligus membatalkan regulasi sebelumnya pada era kepemimpinan Susi Pudjiastuti yang melarang pengiriman bayi lobster ke luar negeri.

“Kalau ada yang menilai ada orang Gerindra, kebetulan saya orang Gerindra, tidak masalah. Saya siap dikritik tentang itu. Tapi coba hitung berapa yang diizinkan itu mungkin tidak lebih dari 5 orang atau 2 orang yang saya kenal. Kebetulan salah satu dari 26 itu ada orang Gerindra dan saya juga nggak bisa mengkomunikasikan. Yang memutuskan juga bukan saya, tim. Surat pemberian izin itu tidak dari menteri tapi dari tim yang sudah ada,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Suaranya sedikit meninggi saat menyampaikan maksudnya membuka ekspor benih lobster. Dia mengaku jika kebijakannya terkait ekspor benih lobster menuai kritik, tetapi dia mengaku tidak mau ambil pusing.

“Saya tidak peduli akan di-bully seperti apa mengelola negeri ini selama saya sangat yakin tujuannya mulia untuk membela. Saya tidak peduli gambar saya dibikin telanjang yang penting rakyat saya makan. Saya tidak ada sedikitpun punya niat untuk memperkaya bisnis saya. Saya tidak ada industri bisnis di sektor perikanan dan kelautan, istri saya dan keluarga saya tidak ada yang saya libatkan,” tegasnya.
Baca juga:
DPR Bela Edhy Prabowo Soal Ekspor Benur: Ada Mantan Menteri Belum Rela
Edhy menjelaskan bahwa kementerian membuka kesempatan yang sama untuk seluruh perusahaan maupun koperasi yang berniat ingin mengajukan izin.

“Masalah perusahaan, masalah siapa yang diajak, kami tidak membatasi perusahaan. Koperasi boleh, tapi kita tidak bisa menentukan siapa. Siapa yang mendaftar kita terima,” ucapnya.

Yang terpenting perusahaan atau koperasi tersebut memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan salah satunya memiliki sarana untuk budidaya lobster.

“Syaratnya mereka harus punya sarana untuk budidaya dulu, untuk pembesaran dulu dan itu kalau nggak ada nggak boleh kita izinkan,” ujarnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merespons kebijakan pembukaan keran ekspor benih lobster yang dilakukan oleh Menteri saat ini Edhy Prabowo. Dia mengaku tidak rela jika ekspor benih lobster dibuka.

“Saya memang tidak rela bibit lobster diekspor. Saya rakyat biasa yang tidak rela bibit diekspor,” ujarnya dikutip dari akun Twitter resmi miliknya @susipudjiastuti, Senin (6/7/2020).

Pernyataan Susi di Twitter mendapat respons dari warganet. Saat dilihat detikcom, unggahannya mendapat 280 komentar, 1.500 retweet dan disukai oleh 4.500 pengguna. Cuitan pemilik Susi Air ini merupakan respons dari berita detikcom yang berjudul ‘DPR Bela Edhy Prabowo Soal Ekspor Benur: Ada Mantan Menteri Belum Rela’. Di situ, dia memberikan respons dengan memberi emoticon tepuk tangan.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra Darori Wonodipuro menyebut polemik saat ini masih ada campur tangan dari menteri lama yang belum rela melepas jabatannya. Darori merupakan salah satu pihak yang mendukung ekspor benih lobster dibuka.

“Ada mantan menteri belum rela melepaskan jabatannya. Kok yang direcokin lobster?” kata Darori saat rapat kerja bersama Edhy, Senin (6/7/2020). Meski tidak diucapkan secara gamblang, Susi merasa politisi Partai Gerindra tersebut menyindir dirinya yang memang memimpin KKP selama periode 2014-2019.

Unggahan Susi itu mendapat respons dari para netizen yang rata-rata mendukungnya.
“Anda memang tidak didukung pejabat dan politisi tapi anda didukung oleh jutaan masyarakat Bu,” bunyi salah satu akun.
“Kalem aja bu, netizen Indonesia ter khususon anak twitter pada pinter ko bu. Gak kaya DPR nya, keep fighting ibu!!. Sehat terus bu!!,” cuit akun lain.

Bentang Nusantara
%d blogger menyukai ini: