Survei Internal TKN: Jokowi – Ma’ruf Unggul 54,5 Persen

Sekretaris Jenderal Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf, Hasto Kristiyanto membeberkan survei internal yang menunjukkan pasangan Jokowi – Ma’ruf meraih elektabilitas 54,5 sampai 59 persen secara nasional.

“Kita sudah leading, antara 54,5 sampai 59 persen,” kata Hasto dalam konferensi pers di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Desember 2018.

Hasto pun mengungkapkan bahwa survei internal tersebut juga menunjukkan keunggulan pasangan nomor urut 01 ini di Jawa Barat sebesar 52,3 persen dan Banten 45,2 persen. Pada pilpres 2014, Jokowi kalah dari Prabowo pada 2014 di kedua daerah ini. Kini, Hasto mengklaim sudah mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sana.

Hasto pun membeberkan bahwa wilayah Sumatera sudah relatif mendukung Jokowi-Ma’ruf, kecuali Sumatera Barat dan Riau. Daerah-daerah di luar Pulau Jawa, seperti Maluku, Kalimantan, Papua, dan Papua Barat adalah daerah yang betul-betul mereka perhatikan.

Saat ini, menurut Hasto, masyarakat di daerah tersebut sudah merasakan komitmen Jokowi dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan antar wilayah. “Buat kami yang penting bagaimana tren itu, bagaimana konsistensi dari setiap survei, dan kami selalu memetakan secara periodik,” kata dia.

Sementara itu, Badan Nasional Pemenangan Prabowo-Sandiaga menyampaikan hasil survei internal bahwa pasangan nomor urut 02 ini hanya terpaut empat persen dengan pasangan inkumben. Juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan hal ini dimungkinkan karena saat ini terjadi gelombang massa pendukung ganti presiden.

Dahnil mengklaim sudah ada kenaikan 15 persen akibat adanya gelombang ini. Sehingga saat ini total elektabilitas Prabowo-Sandiaga secara nasional hampir mencapai angka 45 persen. “BPN menangkap ada banyak harapan dari masyarakat akar rumput,” ujarnya, Kamis, 20 Desember 2018.

Menanggapi itu, Hasto mengatakan survei internal dari BPN Prabowo – Sandiaga menjadi pemberi semangat bagi kubu Jokowi – Ma’ruf. Menurut dia, setiap partai wajar memiliki survei internal seperti itu untuk mendongkrak semangat, termasuk bagi partainya atau partai oposisi. “Itu kan memberi semangat, setiap partai mencoba bandwagon efek untuk ikutan efek menang seperti itu,” kata dia.

SUMBER : TEMPO

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: