Tak Penuhi Syarat, PKS Tak Berdaya Lawan Gibran di Pilkada Solo

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai positif kabar banyaknya tokoh yang mendaftar ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi rival Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo 2020.

“Kalau banyak itu bagus. Tandanya Gibran tak boleh menang dan jalan sendirian,” ujar Ujang Komarudin .

Namun, menurut dia, PKS juga tak akan berdaya dan tak akan bisa berbuat apa-apa. “Karena PKS hanya punya 5 kursi di DPRD. Tak bisa mencalonkan calon wali kota sendiri di Solo. Karena butuh 4 kursi lagi,” jelasnya.

Maka itu, dia mengatakan bahwa walaupun banyak yang mau menantang Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo, namun sudah banyak partai politik yang diborong oleh putera sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

“Jadi PKS tak bisa berkoalisi dengan partai lain dan mengusung figur untuk melawan Gibran. Syaratnya dulu dipenuhi. Baru bicara figur yang akan melawan Gibran,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, PDIP menduduki 30 dari 45 kursi DPRD di Kota Solo. Sedangkan PKS memiliki lima kursi DPRD. Kemudian, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar masing-masing tiga kursi. Lalu, satu kursi DPRD untuk PSI.

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Viktor S Sirait mendukung langkah Gibran Rakabuming Raka maju di Pilkada Solo pada 9 Desember 2020 mendatang. Menurutnya ini adalah bagian demokrasi dan semua akan kembali kepada masyarakat sebagai penentu.

Viktor mengatakan masyarakat harus adil dan menggunakan alat ukur yang sama kepada semua pihak yang ingin mencalonkan diri dalam pilkada. “Sebagai warga negara semua punya hak dipilih dan memilih sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dalam keteranganya.

Menurutnya, hal yang sama juga harus berlaku bagi Gibran yang kebetulan sebagai anak presiden. “Gibran juga punya hak konstitusional yang sama dengan calon-calon lainnya. Jangan karena dia anak presiden lalu dia tak bisa maju sebagai calon kepala daerah. Ini tak adil, Jangan karena dia anak presiden lalu hak konstitusionalnya hilang, ini tidak baik bagi demokrasi,” jelasnya.

Kata dia, tak ada yang salah dengan majunya Gibran sebagai Calon Walikota Solo, sebaliknya kita harusnya menyambut dengan baik karena akan ada peluang lahir pemimpin muda yang mau mengabdi bagi bangsa ini. “Kita berharap akan muncul lagi anak-anak muda yang berani ikut dalam Pilkada ke depan,” katanya.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: