Telah Di Habis Akal, Hingga Mumi Dan Pocong Diajak Untuk Hadapi Covid Di DKI

Sebuah replika mumi dan pocong tampak digantung di simpang tiga lampu merah Jalan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Kedua replika tersebut menarik perhatian para pengguna jalan, sebab posisinya menghadap Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata sehingga bisa dilihat dari segala sisi.

Mumi dan pocong tersebut digantung di spanduk berukuran sekitar 2 x 4 meter. Dalam spanduk tersebut terdapat imbauan protokol kesehatan 3M dan bacaan ‘Jangan Biarkan Ini Terjadi’ yang merujuk ke kedua replika tersebut.

Seorang pengendara sepeda motor, Tisna mengatakan replika tersebut sebaiknya jangan ditujukan untuk menakut-nakuti. Namun dirinya paham jika replika tersebut sebenarnya dipasang dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat akan bahayanya Covid-19.

“Kalau saya Insyaallah paham, sudah banyak informasi (tentang Covid-19). Cuma sebaiknya jangan terlalu menakut-nakuti dan warga juga jangan terlalu takut,” kata Tisna di lokasi, Senin (31/8) sore.
Sementara itu, pengendara motor yang lain, Aldi menuturkan pesan yang disampaikan oleh replika serta spanduk tersebut sudah baik. Namun menurutnya, bentuk visual dari replika yang disajikan kurang menarik.

“Menurut saya pesannya sih oke, tapi kalau tampilannya kurang menarik,” kata Aldi di atas sepeda motornya.

Aldi membandingkan replika mumi dan pocong tersebut, dengan replika peti jenazah dan petugas yang mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurutnya, replika peti jenazah tersebut lebih menarik dibandingkan replika mumi dan pocong.

Selain mumi dan pocong, kedua replika tersebut juga disertai dengan peti jenazah yang terbuat dari triplek yang dicat cokelat. Ukuran dari replika mumi yang terpampang tampak lebih besar dibandingkan dengan replika pocong.

Dalam spanduk tersebut juga terdapat data akumulasi korban Covid-19 Kecamatan Pancoran, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Namun ketika Republika masih berada di lokasi, data akumulasi tersebut belum berisi jumlah korban Covid-19 yang positif dan meninggal dunia, seperti yang tertera pada spanduk.

Yuanita R Silalahi
%d blogger menyukai ini: