Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara, Ferdian Paleka Nangis

YouTuber Ferdian Paleka telah resmi ditahan dan menjadi tersangka atas kasus aksi prank memberikan sembako sampah ke waria. Saat rilis di depan awak media, Ferdian menyampaikan permintaan maafnya sambil terisak.

Saat itu, Ferdian tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Ia menutupi wajahnya dengan masker hitam.

“Saya sangat meminta maaf sekali kepada transpuan yang telah saya prank dan saya minta maaf ke seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat kota Bandung,” katanya sambil terisak seperti dilansir dari detikcom.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan penyesalannya atas perbuatannya tersebut. Ia pun berharap perbuatannya itu bisa dimaafkan.

Mengenai dugaan ada anggota keluarga yang turut terlibat membantu pelarian, Ferdian Paleka menyatakan ayahnya justru sempat memintanya menyerahkan diri.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepolisian Jawa Barat berhasil menangkap Ferdian Paleka, pada Jumat (8/5) dini hari di tol Merak.

Diketahui, video prank sampah yang dibuat Youtuber ini sempat viral dan mendapat kecaman dari banyak warganet karena dinilai tidak berperikemanusiaan.

Bagaimana tidak? Ferdian Paleka dan kedua rekannya mengisi kardus mie instan dengan batu dan sampah, lalu diberikan kepada sejumlah transgender di salah satu jalanan Kota Bandung.

Tak cukup sampai di situ, dia sempat melarikan diri dari kejaran polisi, setelah salah satu korban melaporkan perbuatannya. Di Ogan Ilir, Palembang, Ferdian bersembunyi di salah satu rumah rekannya.

Youtuber video prank bantuan sembako berisi sampah, Ferdian Paleka mengungkapkan alasannya membuat konten yang mendapat kecaman dari masyarakat itu.

Ferdian mengklaim prank tersebut bertujuan agar para waria tidak beraktivitas saat Ramadan.

Menurut dia, tidak tepat jika transpuan berkeliaran Ramadan. Dengan dalih tersebut, dia bersama rekannya membagikan sembako yang berisi sampah dan batu. Namun, bingkisan itulah yang banyak dikecam masyarakat karena dinilai tidak manusiawi.

“Karena menurut saya di bulan Ramadan ini, waria enggak boleh (berkeliaran). Jadi saya melakukannya kaya gitu biar enggak ada waria pas bulan suci,” ujar Ferdian Paleka di Mapolrestabes Bandung, Jumat (8/5/2020).

Ferdian mengaku, awalnya ide membuat prank itu diciptakan untuk hiburan. Namun, Youtuber dengan jumlah subscriber berjumlah 118 ribu per hari ini tak menjelaskan siapa yang terhibur dengan prank tersebut.

“Awal mula buat konten hanya untuk hiburan saja, enggak ada maksud lain selain itu,” ucap Ferdian Paleka.

Menurut Ferdian, ide memberikan sembako berisi sampah dan batu digagas dirinya bersama Tubagus Fahddinar dan M Aidil, dua pelaku lain dalam video prank tersebut.

“(Ide) kita bertiga, enggak ada salah satu,” kata Ferdian.

Atas aksinya tersebut, Ferdian dan dua rekannya dinyatakan telah melanggar UU ITE. Hal itu diputuskan usai pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan dinyatakan memenuhi syarat di Pasal UU ITE.

Ferdian cs dikenakan Pasal 36 Undang-undang ITE nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp12 miliar.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: