Tidak Benar Bahwa Pemerintah Mementingkan Ekonomi saat Corona

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan ada empat sektor yang harus menjadi perhatian pemerintah di tengah pandemi virus corona saat ini. Sektor-sektor tersebut adalah sektor kesehatan, sosial, ekonomi, dan keuangan.

“Ada Rp 695,2 triliun untuk menangani 4 sektor sekaligus,” ujar Moeldoko dalam webinar ‘Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru’, di Jakarta, Selasa (23/6).

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) itu menyebut, dari keempat sektor tersebut, yang menjadi prioritas adalah faktor kesehatan masyarakat. Namun, ia juga menjelaskan bahwa ketiga sektor lainnya juga harus berjalan bersama.

Moeldoko membantah anggapan bahwa pemerintah hanya mementingkan sektor ekonomi saja. “Jadi, tidak benar bahwa pemerintah menjalankan aspek ekonomi,” katanya. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan tiga hal di tengah pandemi corona, yakni masyarakat harus aman dari virus corona.

Pertama, pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat tidak banyak menderita karena virus corona. Selanjutnya, pemerintah juga akan berusaha agar masyarakat tetap makan dengan baik dengan memberikan kebijakan perluasan bantuan sosial, yaitu perluasan jaring pengaman sosial. Terakhir, pemerintah berkeinginan kuat agar para pengusaha, baik pekerja UMKM maupun level korporasi bisa melanjutkan kegiatan usahanya dengan menekan adanya PHK sehingga tidak menambah pengangguran. “Untuk itu, insentif dan stimulus diberikan,” jelasnya.

Sebaliknya, apabila hanya fokus menekan penyebaran virus Corona saja, masyarakat bisa saja mati kelaparan. Jadi harus ada lihat ekuilibriumnya, keseimbangan penanganan COVID-19 dan ekonomi, kalau ekonomi saja matilah karena COVID, kalau COVID saja matilah karena kelaparan.

Oleh sebab itu dalam menangani krisis karena wabah, pemerintah mengamati data dengan cermat. Data pun diperhatikan hingga tingkat kota/kabupaten, hingga provinsi. Data harus dicermati secara keseluruhan karena kita negara kepulauan. Kita itu lihat per kota, per kabupaten, dan per provinsi. Pemerintah tidak hanya melihat data di satu titik, karena memiliki data penyebaran Corona pada setiap daerah, sehingga proses penanganannya pun bisa disesuaikan. Pemerintah melakukan exit strategi dasarnya dari data yang adadan sesuai dengan kebutuhan daerah.

Alfian G Raditya
%d blogger menyukai ini: