Tim Prabowo Sebut Andi Arief Tak Cerdas soal Faksi Keumatan

Ketua Panitia Kampanye Akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, M Taufik menyebut politikus Partai Demokrat Andi Arief kurang cerdas atas pernyataannya soal Faksi Keumatan di koalisinya.

Taufik menilai Andi tak mengetahui kondisi di lapangan karena tak hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, lokasi kampanye akbar Prabowo pada Minggu (7/4).

“Andi kan enggak ikut. Kalau dia lihat (di lokasi) saya kira dia enggak ada tuh pikiran kurang cerdas kayak gitu,” kata Taufik ditemui di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Taufik mengklaim saat acara tersebut banyak pula tokoh agama selain Islam ikut hadir. Bahkan menurut dia, banyak perwakilan agama lain yang memberikan doa dan sambutan di acara tersebut.

“Ada hadir tokoh agama dan beri doa bersama, hadir seluruh partai, bendera berkibar semua,” kata Ketua Seknas Prabowo-Sandi itu.

Terkait kampanye yang juga diisi salat subuh berjemaah, Taufik mengatakan hal itu adalah kegiatan ibadah yang tak bisa dilarang oleh siapa pun.

Menurut dia, salat subuh berjemaah itu keinginan umat untuk mencetak sejarah baru dalam proses pergantian kepemimpinan di Indonesia.

“Yang sembahyang subuh ya umat Islam, dan saya kira saya enggak bisa bendung,” katanya.

Taufik juga meyakinkan koalisi di barisan pendukung Prabowo-Sandi adalah koalisi kepartaian. Terkait ada umat yang mendukung Prabowo, kata dia, hal itu adalah hal yang wajar dan tak bisa ditolak.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut ada faksi-faksi di Koalisi Adil Makmur yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Andi menyebut saat ini salah satu faksi di kubu Prabowo yakni Faksi Keumatan. Namun Andi menyatakan Demokrat tak mau bergabung di faksi ini dan lebih memilih membentuk Faksi Kerakyatan.

“Partai Demokrat memilih menjadi faksi kerakyatan dalam tubuh koalisi adil makmur. Kami bertanggung jawab terhadap rakyat,” kata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief__.

Andi tak menjelaskan detail pernyataannya ihwal Faksi Keumatan dan Faksi Kerakyatan. Dia hanya menegaskan Demokrat berada di barisan Faksi Kerakyatan.

Pernyataan ini keluar hanya sehari setelah Ketua Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menulis surat berisi kritik terhadap kampanye akbar Prabowo Subianto di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4).

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: