Timses Akan Laporkan yang Seret Jokowi di Kasus Ratna Sarumpaet

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – KH Ma’ruf Amin Ade Irfan Pulungan mengatakan tim-nya akan melaporkan pihak yang menyudutkan pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin kepada Mabes Polri sehubungan dengan berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Berdasarkan pertimbangan hukum dan fakta-fakta, kami akan melaporkan pihak-pihak yang menyudutkan pasangan calon Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin kepada Mabes Polri,” kata Irfan di Posko Cemara, Jakarta pada Rabu malam, 3 Oktober 2018.

Menurut Irfan, tindakan membuat dan menyebarkan berita bohong adalah perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 UU No. 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tim sukses Jokowi-Ma’ruf juga akan meminta Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu untuk mengkaji kemungkinan adanya pelanggaran kampanye yang dilakukan Ratna selaku juru kampanye Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. “Sebagai jurkam, dia (Ratna Sarumpaet) membuat kebohongan untuk meraih simpati masyarakat dan membentuk opini masyarakat yang bertujuan menguntungkan pasangan capres Prabowo – Sandi,” ujar Irfan.

Tim advokasi dan hukum Jokowi – Ma’ruf juga akan meminta Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat memeriksa dugaan adanya keterlibatan anggota DPR yang turut menyebarkan berita bohong itu karena tidak patut, tidak etis sebagai wakil rakyat.

Sejumlah politikus di kubu Prabowo berang dengan kabar penganiyaan terhadap Ratna Sarumpaet. Prabowo sampai menggelar konferensi pers pada kemarin, 2 Oktober 2018. Prabowo menilai penganiaya seniman teater itu pengecut. Alasannya, kekerasan dilakukan terhadap perempuan berusia 70 tahun. Tindakan ini, kata Prabowo, mengancam keberlangsungan demokrasi.

Oleh kubu Jokowi, pernyataan Prabowo itu dinilai secara tidak langsung telah menuduh Pemerintahan Jokowi dengan kata-kata pengecut karena melakukan kekerasaan, bahkan menganiaya perempuan berusia 70 tahun yang memperjuangkan demokrasi dan keadilan.

Rabu sore, 3 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet mengaku telah berbohong tentang kasus penganiayaan yang menimpanya. Ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu tidak pernah dianiaya. Luka lebam di wajahnya bukan karena dipukuli tapi karena menjalani operasi sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika di Menteng, Jakarta.

Sumber : Tempo

Andi G Prakoso

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: