TKN Anggap Janggal Kalau Ma’ruf Banyak Bicara di Debat Capres

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengungkapkan porsi bicara calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin memang sengaja diberikan sesuai dengan penguasaan dan kapasitasnya terhadap suatu isu.

Menurutnya, ini merupakan alasan Ma’ruf cukup irit bicara saat debat capres perdana yang mengangkat isu hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme digelar pada Kamis lalu (17/1).

“Ya kalau Pak Ma’ruf dipaksa bicara soal hukum kan beliau tidak pernah menjabat sebagai wakil presiden. Kalau Pak Kyai ditanya hukum, ya selama menjabat di MUI kan tidak ada hubungannya dengan debat. Jadi harus proporsional,” ucap Erick di Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (22/1).

Lebih lanjut, Erick mengatakan kubu Jokowi-Ma’ruf juga tidak mempermasalahkan pembagian porsi bicara cawapres berdasarkan kapasitasnya itu. Sebab, debat perdana kemarin memang terbuka untuk dijawab oleh capres maupun cawapres. Bahkan, menurut Erick, seharusnya memang Jokowi yang lebih dominan menjawab.

“Ini kan pemilihan presiden, kalau wapres yang banyak bicara justru dipertanyakan, yang mau jadi presiden itu wapres atau presidennya?,” ujarnya.

Selain itu, TKN juga tidak menghiraukan pandangan-pandangan dari kubu lain yang kerap menyinggung soal porsi bicara Ma’ruf. Termasuk, soal pandangan yang menganggap tidak ada kecocokan antara Jokowi dan Ma’ruf.

“Kami tetap sesuai kapasitas beliau. Begitu juga di isu selanjutnya, nanti mengenai sumber daya alam. Kalau debat cawapres kan nanti masih Maret, masih lama,” katanya.

Di sisi lain, Erick turut menepis pandangan bahwa Jokowi menyerang Prabowo secara pribadi pada debat perdana. Menurutnya, Jokowi hanya berusaha mendapatkan klarifikasi atas berita hoaks yang ada di kubu Prabowo-Sandi.

“Itu hal yang wajar saja, tidak ada maksud apa-apa dan sudah terbukti ada pihak yang sudah dalam kategori tersangka kan. Kalau soal keberpihakan pada perempuan, itu menanyakan lebih ke Partai Gerindra,” jelasnya.

Justru, sambungnya, TKN meminta kubu Prabowo-Sandi agar lebih bisa fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf.

“Tolong jangan gagal fokus. Kepada paslon nomor 02, memang hal itu perlu diluruskan. Kan kasihan, orang sudah menunggu di televisi, tapi tidak dijawab kan kasihan,” pungkasnya.

Sebelumnya, penampilan Ma’ruf di debat perdana cukup menarik perhatian banyak pihak. Ia lebih banyak diam dan enggan menanggapi atau menambahkan pernyataan pasangannya, Jokowi.

Ma’ruf saat itu menyatakan diamnya sebagai bentuk tak ingin balapan pernyataan dengan Jokowi. Mantan Ketua MUI ini menilai wajar Jokowi lebih dominan selaku calon petahana.

Sementara pada debat selanjutnya akan menjadi debat antar capres dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat capres akan kembali digelar di Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada 17 Februari 2019.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: