TKN Sebut Prabowo-Sandi Mainkan Drama Baru soal Bojong Koneng

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah memainkan drama Rusia terbaru dengan menyebut konsultan politiknya dari Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily menilai klaim asal konsultan itu digunakan agar publik tak terpaku pada konsultan politik yang sebenarnya di pilpres 2019.

“Babak kedua dari drama Rusia yang dimainkan BPN Prabowo-Sandi adalah drama Bojong Koneng. Drama Bojong Koneng adalah memainkan narasi serba lokal baik strategi lokal maupun konsultan lokal,” ujar Ace dalam keterangan tertulis, Senin (4/1).

Ace menuturkan drama Bojong Koneng yang dimainkan BPN Prabowo-Sandiaga tidak akan berjalan. Sebab, masyarakat dapat dengan mudah melihat jejak digital penggunaan strategi firehose of falsehood yang dimainkan kubu Prabowo-Sandiaga selama ini.

Ia berkata Prabowo-Sandiaga terlihat jelas menjiplak strategi kampanye yang sempat digunakan oleh Donald Trump saat Pilpres Amerika Serikat dan Jair Bolosonaro saat Pilpres Brazil.

Terlebih, ia menyebut ada penetrasi teknologi dan penggunaan big data dari konsultan asing dalam memainkan emosi masyarakat lewat sejumlah isu.

“Melihat kemiripan strategi maka sulit untuk percaya itu strategi lokal ala Bojong Koneng,” ujarnya.

Lihat juga: TKN Berdalih Kampanye Menyerang Jokowi sebagai Edukasi Publik
Terkait strategi itu, politisi Golkar ini juga menilai dijadikan BPN Prabowo-Sandiaga untuk membenturkan Jokowi dengan pemerintah Rusia. Cara yang digunakan BPN, lanjutnya, dengan membenturkan pernyataan ‘propaganda Rusia’ yang diucapkan Jokowi dengan rekasi Kedutaan Besar Rusia.

“Narasi yang dimainkan adalah Pak Jokowi diserang tidak paham tata krama diplomatik dan sebagainya,” ujar Ace.

Klarifikasi Pernyataan ‘Propaganda Rusia’

Ace menyatakan Jokowi tidak mengaitkan strategi ‘propaganda Rusia’ dengan negara Rusia. Istilah itu, kata dia, berasal dari naskah akademik yang ditulis oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews dalam artikel yang berjudul The Rusdian Firehose of Falsehood yang terbit tahun 2016.

“Penggunaan metode Rusia tidak ada hubungan dengan pemerintah dan negara Rusia. Kalaupun ada indikasi penggunaan metode ini juga yang melibatkan konsultan-konsultan asing asal Rusia. Jelas tidak berhubungan dengan pemerintah Rusia,” ujar Ace.

Lebih dari itu, Ace mengklaim hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia berjalan baik hingga saat ini, bahkan semakin erat. Hal itu, kata dia, ditandai dengan pertemuan Jokowi dengan Presiden Rusia Vladirmir Putin pada KTT ASEAN di Singapura untuk membahas peningkatan kerjasama antar kedua negara.

SUMBER : CNNINDONESIA

Andi G Prakoso
%d blogger menyukai ini: